FENESIA -Produser film Indonesia belakangan ini kerap memilih kisah viral di media sosial untuk diangkat ke layar lebar. Salah satunya adalah film “Ipar adalah Maut,” yang terinspirasi dari cerita nyata yang tersebar di TikTok.
“Ipar adalah Maut” mengisahkan tentang perselingkuhan yang menghancurkan keharmonisan pernikahan antara Nisa (diperankan oleh Michelle Ziudith) dan Aris (diperankan oleh Deva Mahenra). Pelaku selingkuh ternyata adalah adik kandung Nisa sendiri.
Film ini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, awalnya memperlihatkan kehidupan bahagia Nisa dan Aris, sepasang suami istri yang tampak sempurna dan religius. Namun, kedamaian mereka terganggu ketika adik Nisa, Rani, datang tinggal bersama mereka.
Kehidupan Nisa mulai berubah drastis setelah kehadiran Rani. Aris, suaminya, mulai menunjukkan perilaku yang mencurigakan dan sikap cuek terhadap keluarganya. Nisa yang curiga, kemudian menemukan bahwa Aris berselingkuh dengan adiknya sendiri, memicu konfrontasi sengit di antara mereka.
Kisah ini tidak hanya menggugah emosi dalam film, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di kalangan penonton. Sejak perilisan pada bulan Juni 2024, “Ipar adalah Maut” telah mencapai sukses besar dengan lebih dari 1 juta penonton, menjadi salah satu film paling populer tahun ini.
Film ini diakui oleh para kritikus sebagai karya yang mampu menyajikan kisah dramatis dengan porsi yang pas, meskipun beberapa aspek naskah dan musik latar terkadang masih menuai kontroversi. Akting para pemain seperti Michelle Ziudith, Deva Mahenra, dan Davina Karamoy juga mendapat pujian karena berhasil menghidupkan karakter-karakternya dengan kuat.
Sinopsis Ipar Adalah Maut

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, film Ipar adalah Maut terinspirasi dari kisah nyata seorang istri yang mendapati suaminya berselingkuh dengan adiknya sendiri. Kisah pilu ini diunggah ke TikTok oleh akun @Elizasifaa dan menjadi viral.
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini awalnya menceritakan kehidupan keluarga kecil Nisa dan Aris, pasangan suami istri yang harmonis dan taat agama. Mereka terlihat menjalani kehidupan rumah tangga yang ideal dan membahagiakan.
Suatu hari, ibu Nisa menelepon anak pertamanya dan menyampaikan bahwa dirinya gundah gulana karena harus melepas anak bungsunya hidup di perantauan. Sang ibu mengkhawatirkan keselamatan anaknya karena harus tinggal di rumah kos.
Akhirnya, setelah membujuk sang suami, Nisa memberikan izin kepada adiknya, Rani, untuk tinggal bersama keluarga kecilnya. Tentu saja Rani menyambut niat baik kakaknya dengan tangan terbuka.
Akan tetapi, keharmonisan keluarga Nisa mulai mengalami goncangan. Pasalnya, lambat laun Aris mulai menunjukkan perangai mencurigakan dan sikapnya pun berubah cuek terhadap sang istri serta buah hati.
Nisa pun menceritakan kegelisahannya kepada salah satu sahabatnya. Sahabat Nisa berkata, badai rumah tangga biasanya datang dari orang terdekat yang sama sekali tidak terduga.
Ternyata dugaan sang sahabat benar. Nisa memergoki suaminya berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Hal tersebut jelas menyulut emosi Nisa dan ia pun mengkonfrontasi sang suami dengan makian.
Gejolak kehidupan rumah tangga Nisa dan Aris semakin panas karena ternyata, Rani sudah mempunyai kekasih yang siap melamarnya. Kalau kamu penasaran dengan kelanjutan alurnya, langsung tonton di bioskop kesayangan kamu, ya!
Sekarang, yuk, pindah ke pembahasan selanjutnya!
Review Ipar Adalah Maut

Hanung Bramantyo selaku sutradara layak mendapatkan tepuk tangan atas lahirnya film Ipar adalah Maut. Sebab, secara keseluruhan, film ini mampu mengangkat kisah pilu dengan porsi yang cukup pas dan tidak terlalu monoton.
Dari segi naskah dan alur, sang scriptwriter, yaitu Oka Aurora, sudah cukup mampu menyajikan dialog yang membuat penonton merasakan berbagai macam emosi meskipun ada beberapa bagian yang terbilang questionable.
Sebagai aktor yang memerankan karakter Aris, Deva Mahenra terlihat sudah cukup mengerahkan kemampuan terbaiknya. Gerak-geriknya sebagai suami tidak tahu diri yang berlagak suci di depan masyarakat terlihat meyakinkan dan membuat emosi.
Sementara itu, akting Michelle Ziudith sebagai Nisa tampaknya memang tidak perlu diragukan lagi. Para penonton bisa menangkap rasa kesal, sesak, dan benci yang terpancar dari sorot mata, pengucapan dialog, dan gerak-gerik sang aktris.
Sebagai Rani, Davina Karamoy terbilang sukses memicu emosi penonton. Bahkan, ada beberapa orang yang menganggap chemistry Rani dan Aris terlihat lebih klop jika dibandingkan dengan Nisa.
Sebagai catatan, aspek visual dalam film ini sudah cukup oke dan membawa kesan mewah. Hanya saja, musik latar yang diselipkan di beberapa adegan terasa kurang tepat sehingga sedikit mengurangi momentum emosi yang berusaha diangkat.
Fyi, sejak ditayangkan untuk pertama kalinya pada tanggal 13 Juni 2024 lalu, film Ipar adalah Maut sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta penonton dan menjadi salah satu film terlaris sepanjang tahun 2024.
Itu dia pemaparan tentang sinopsis Ipar adalah Maut dan review-nya yang mungkin ingin kamu ketahui. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai film tersebut, ya!







