Life

Ini Tanda Kamu Alami Election Stress Disorder Jelang Pemilu

488
×

Ini Tanda Kamu Alami Election Stress Disorder Jelang Pemilu

Sebarkan artikel ini
Ini Tanda Kamu Alami Election Stress Disorder Jelang pemilihan umum

Indonesia saat ini tengah disibukkan dengan persiapan pemilihan calon presiden dan calon anggota legislatif untuk periode 2024-2029. Partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan pemerintah sangat penting, namun, tidak sedikit yang mengalami kecemasan luar biasa dalam menghadapi situasi tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai Election Stress Disorder atau gangguan stres pemilu.

Istilah Election Stress Disorder akhir-akhir ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan umum terhadap pemilihan umum mendatang.

Gangguan stres pemilu ini umumnya ditandai dengan rasa cemas yang mendalam. Beberapa warga bahkan mengekspresikan perasaan kelelahan mereka terhadap pemilu dengan membanjiri media sosial dengan komentar-komentar terkait ketidaknyamanan mereka terhadap peristiwa pemilihan.

Istilah Election Stress Disorder pertama kali diciptakan pada tahun 2016 oleh psikolog Steven Stosny, PhD. Stosny menggunakannya dalam sebuah artikel untuk The Washington Post, di mana ia mencatat kesulitannya dalam menangani pasien selama siklus pemilihan umum 2016. Terus-menerus terekspos dengan berita pemilihan umum, pasien-pasien Stosny menjadi sangat stres, bahkan hingga mengganggu kehidupan pribadi mereka. Sejak saat itu, istilah Election Stress Disorder semakin sering digunakan oleh publik.

Meskipun Election Stress Disorder bukanlah diagnosis medis yang resmi, itu tidak mengurangi dampaknya pada masyarakat yang merasakan stres yang signifikan mendekati pemilu.

Pemilihan umum adalah peristiwa berisiko tinggi yang memiliki implikasi jangka panjang dan serius. Sebuah survei stres yang dilakukan oleh American Psychological Association pada tahun 2016 menemukan bahwa 52% orang Amerika menganggap pemilihan presiden tahun 2016 sebagai sumber stres yang signifikan dalam hidup mereka.

Gangguan stres pemilu dapat menghasilkan gejala yang mencakup kesulitan tidur akibat kekhawatiran terhadap berita politik, ketidakseimbangan dalam rutinitas sehari-hari, dan dampak negatif pada kesejahteraan mental.

Individu yang terkena Election Stress Disorder mungkin merasa cemas dan mudah tersinggung, terutama jika mereka berada di sekitar orang-orang dengan pandangan politik yang berbeda. Mereka dapat merasa khawatir tentang munculnya topik-topik yang sensitif dalam percakapan sehari-hari.