Ecozone

IHSG Melemah Sepekan Akibat Tekanan Saham Grup Prajogo Pangestu

13
×

IHSG Melemah Sepekan Akibat Tekanan Saham Grup Prajogo Pangestu

Sebarkan artikel ini
3d40f946a4685cdb32bd1fa8af2ed10b.jpg
3d40f946a4685cdb32bd1fa8af2ed10b.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tekanan berat sepanjang sepekan terakhir dengan pelemahan akumulatif sebesar 8,35%. Meskipun pada perdagangan Jumat (22/5/2026) indeks sempat mengalami rebound dengan menguat 67,10 poin atau 1,10% ke level 6.162,04, aksi jual masif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemicu utama koreksi mingguan tersebut.

Tekanan terhadap indeks terutama datang dari saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu serta emiten sektor komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan dalam lima hari perdagangan terakhir. Pergerakan saham-saham ini menjadi penekan utama yang menarik IHSG ke zona merah sepanjang pekan.

Berdasarkan data perdagangan, emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin penurunan dengan koreksi 53,49% ke level Rp 2.000, yang menyumbang pengurangan poin indeks sebesar -47,78. Diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot 47,34% ke level Rp 545 dengan kontribusi poin -43,42.

Selain itu, saham-saham dari grup Barito turut mencatatkan penurunan tajam. PT Barito Renewables Tbk (BREN) terkoreksi 23,44% ke level Rp 2.450 (-27,80 poin) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 22,84% ke level Rp 1.605 (-26,85 poin).

Sektor komoditas lainnya pun tak luput dari tren pelemahan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 21,62% ke Rp 2.900, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 18,18% ke Rp 630, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 10,71% ke level Rp 10.000.

Sentimen negatif juga menekan saham blue chip serta emiten energi lainnya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,28% ke Rp 5.900, PT Astra International Tbk (ASII) melemah 6,09% ke Rp 5.400, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 39,41% ke level Rp 515. Secara keseluruhan, kinerja saham-saham tersebut menjadi faktor dominan yang menyeret performa IHSG dalam satu pekan terakhir.

2bb78fd35e337915e2171ed3fc8bc295.jpg
Ecozone

Fenesia-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna memperbesar kapasitas perbankan dalam mendorong pertumbuhan kredit di tengah tekanan likuiditas dan tingginya suku bunga. Melalui kebijakan terbaru, BI melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan serta memperkuat kriteria surat berharga korporasi dan surat berharga syariah korporasi yang dimiliki maupun…