Ecozone

Hotel Fitra Jual Aset demi Ekspansi Bisnis Tambang Nikel

17
×

Hotel Fitra Jual Aset demi Ekspansi Bisnis Tambang Nikel

Sebarkan artikel ini
83bfbefc03bcebd9b5529ad99d679850.jpg
83bfbefc03bcebd9b5529ad99d679850.jpg

Jakarta – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) secara resmi mengumumkan rencana transformasi bisnis besar-besaran dengan melepaskan seluruh aset perhotelan yang dimilikinya. Emiten ini berencana beralih fokus ke sektor jasa pertambangan nikel sebagai strategi utama pengembangan perusahaan ke depan.

Langkah strategis ini ditandai dengan rencana penjualan saham pada dua anak perusahaan, yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW). Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, FITT akan melepas 549.999 saham atau setara 99,99 persen kepemilikan di BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BSS).

BMP merupakan entitas yang mengelola dan mengoperasikan Fitra Hotel Majalengka, sebuah fasilitas penginapan yang terletak di Jalan KH Abdul Halim Nomor 88, Majalengka, Jawa Barat. Selain itu, FITT juga akan menjual 502.299 saham atau sekitar 99,96 persen kepemilikan di FAW kepada PT Pratama Global Servindo (PGS). Perlu diketahui, FAW merupakan pengelola aset bangunan Kertajati Umroh Park yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan.

Seluruh rencana divestasi tersebut telah dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani oleh pihak terkait pada 19 Mei 2026. Nilai penjualan saham BMP ditetapkan sebesar Rp 21.899.114.000, sementara saham FAW dijual dengan harga Rp 46.014.553.000. Dengan demikian, total nilai divestasi dari kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 61.913.667.000.

Manajemen FITT menegaskan bahwa keputusan untuk melepas lini bisnis perhotelan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang mengenai perlunya penyesuaian struktur grup perusahaan. Langkah ini dipandang krusial agar perusahaan dapat lebih selaras dengan strategi pengembangan usaha di masa depan.

Divestasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan fokus perusahaan pada kegiatan usaha utama. Nantinya, FITT akan bertransformasi menjadi perusahaan holding yang lebih efisien dalam mengelola portofolio bisnisnya. Manajemen menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk optimalisasi alokasi sumber daya perusahaan, baik dari sisi investasi maupun perhatian manajemen, agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Setelah proses divestasi rampung, dana hasil penjualan saham BMP dan FAW akan dialokasikan untuk mendukung transformasi bisnis perusahaan. Sebagian besar dana, yakni sebesar Rp 46.500.000.000, akan digunakan untuk mengakuisisi 50 persen saham perusahaan jasa kontraktor tambang nikel, yaitu PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), dari PT Sheng Yue Hengli.

Sementara itu, sisa dana hasil divestasi sebesar Rp 21.437.667.000 akan digunakan untuk membayar utang perusahaan. Langkah pembayaran kewajiban ini dilakukan guna memperbaiki struktur permodalan sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan ke depannya.

Pihak FITT memastikan bahwa seluruh rangkaian transaksi ini tidak termasuk dalam kategori transaksi afiliasi. Selain itu, dipastikan pula bahwa tidak terdapat benturan kepentingan, mengingat pihak pembeli saham tidak memiliki hubungan kepemilikan, pengendalian, maupun hubungan keluarga dengan pengurus atau pengendali emiten tersebut.

Untuk memuluskan rencana strategis ini, FITT dijadwalkan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham. Agenda tersebut akan dibahas secara mendalam dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan diselenggarakan pada 26 Juni 2026 mendatang.

002e0950eefc5438da0f58d1021e7c4f.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren penurunan harga minyak dunia yang terjadi akhir-akhir ini di atas kertas berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha emiten-emiten jasa minyak dan gas (migas). Namun, hal itu bukan berarti kinerja emiten di sektor tersebut bakal melemah begitu saja. Mengutip Trading Economics, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) telah terkoreksi 21,30% dalam sebulan terakhir ke level US$ 77,33 per barel pada Jumat…

1bed1c6408f1913bb646ade9a77de23a.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA) mulai memperkuat strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja di tengah tantangan industri alat berat yang masih dinamis. Perseroan akan fokus memperbaiki struktur keuangan, mempercepat pelunasan utang, serta mengembangkan bisnis rental alat berat sebagai sumber pendapatan yang lebih stabil. Strategi tersebut disampaikan manajemen setelah pemegang saham INTA menyetujui seluruh agenda dalam Rapat…

d85d9464b86051842348d9feb45193ca.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki obligasi jatuh tempo paruh kedua 2026. Era suku bunga tinggi dan lesunya rupiah pun menjadi tantangan bagi mereka dalam menuntaskan kewajibannya tersebut. Dalam catatan Kontan, Pefindo mencatat bahwa total surat utang korporasi yang jatuh tempo pada 2026 mencapai Rp162,72 triliun. Surat utang korporasi yang jatuh tempo kuartal III sebesar Rp63,95 triliun dan kuartal…

446b0adeec150b3f3584f02bedaefa3b.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada akhir pekan lalu. IHSG naik 0,08% ke level 6.177,14 pada perdagangan Jumat (19/6/2026), setelah bergerak cenderung sideways sepanjang sesi. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. “IHSG bergerak konsolidasi, namun respons investor terhadap laporan MSCI 2026 Global…

7b15c5110d4b73df74793fb55bf7282a.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga emas dan perak masih menghadapi tekanan seiring sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar saat ini lebih memperhatikan arah kebijakan suku bunga dibandingkan meredanya ketegangan geopolitik global. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (19/6/2026), harga emas spot terkoreksi 1,66% dalam sepekan ke level US$ 4.151 per ons troi. Dalam sebulan…

e8b2448ba00d1d24e4f438af4b7a5ffa.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dan perak masih berada dalam tekanan seiring sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve. Di tengah meredanya ketegangan geopolitik global, sentimen suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan logam mulia. Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menilai sinyal hawkish The Fed saat ini memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan meredanya…