Berita

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Pendidikan STEM Atasi Kesenjangan Kebutuhan Industri

8
×

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Pendidikan STEM Atasi Kesenjangan Kebutuhan Industri

Sebarkan artikel ini
aqadqrrrg5rcsfd9
aqadqrrrg5rcsfd9

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk menjawab tantangan dunia kerja.

Upaya ini dilakukan guna memastikan keselarasan antara kualitas lulusan dengan kebutuhan industri yang kian berkembang.

Yassierli menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pemerintah melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan pendidikan STEM sebagai fondasi utama pengembangan sumber daya manusia nasional.

“Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan, berbagai program peningkatan mutu pendidikan harus terus diakselerasi untuk menekan celah tersebut.

Yassierli mengapresiasi para dekan perguruan tinggi yang terus bersinergi dalam meningkatkan standar pendidikan di tanah air.

Kolaborasi antarperguruan tinggi dinilai sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurut Menaker, lulusan bidang MIPA memiliki peluang karier luas karena penguasaan sains merupakan pilar utama dalam pengembangan STEM.

Ia mendorong evaluasi kurikulum secara berkala agar mahasiswa semakin terasah dalam kemampuan analitis dan pemecahan masalah.

“Kompetensi dasar yang kuat menjadi modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” pungkasnya.