Berita

Audisi Umum PB Djarum Kembali Hadir di Makassar Setelah Sedekade

20
×

Audisi Umum PB Djarum Kembali Hadir di Makassar Setelah Sedekade

Sebarkan artikel ini
Ratusan peserta mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Dafest, Makassar.
Sebanyak 233 peserta mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diselenggarakan di GOR Dafest, Makassar.

Makassar – Sebanyak 233 peserta dari 73 kota dan kabupaten di Indonesia mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diselenggarakan di GOR Dafest, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (7/8/2026) untuk menjaring talenta bulutangkis masa depan melalui ajang yang diprakarsai oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Dilansir dari rilis resmi penyelenggara, ajang pencarian bakat ini kembali hadir di Makassar setelah absen selama satu dekade dengan menyasar kategori usia U-11, KU 11, dan KU 12 bagi atlet putra maupun putri.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dengan tahap screening menggunakan sistem gugur dalam satu game hingga 21 poin.

Peserta yang lolos dari fase screening kemudian akan melaju ke babak turnamen yang menggunakan format best of three games dengan poin 21.

Sigit Budiarto menyatakan bahwa kembalinya audisi ke Makassar didasari keyakinan bahwa Pulau Sulawesi merupakan lumbung atlet potensial yang mampu melahirkan pebulutangkis berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Para peserta audisi tahun ini tidak hanya berasal dari wilayah Sulawesi, tetapi juga datang dari berbagai provinsi seperti Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Papua Barat.

Ketua Umum Pengprov PBSI Sulawesi Selatan, Prof. Warsinggih, menyambut positif penyelenggaraan audisi ini karena dianggap sebagai suntikan motivasi bagi atlet muda dan klub-klub lokal untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

Prof. Warsinggih berharap agar Audisi Umum PB Djarum dapat menjadi agenda berkelanjutan di Makassar guna memberikan kesempatan bagi lebih banyak talenta daerah untuk meraih prestasi bersama PB Djarum.

Tim pencari bakat yang bertugas dalam ajang ini terdiri dari legenda bulutangkis Indonesia dan jajaran pelatih PB Djarum, yakni Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Richard Mainaky, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Leonard Holvy De Pauw, Ari Yuli Wahyu Hartanto, serta Andreas Adityawarman.

Anggota Tim Pencari Bakat, Richard Mainaky, menegaskan bahwa kriteria penilaian tidak hanya fokus pada gelar juara, tetapi juga mencakup teknik dasar seperti footwork, grip raket, pukulan, serta karakter mental bertanding.

Menurut Richard Mainaky, aspek tenaga, kepercayaan diri, dan fighting spirit menjadi pertimbangan utama karena atlet dari wilayah Sulawesi memiliki karakteristik power yang kencang.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh klub lokal PB Karsa Mandiri Makassar yang mengirimkan 28 atlet binaan sebagai partisipan terbanyak dalam ajang ini.

Pelatih PB Karsa Mandiri Makassar, Abdullah, menyatakan bahwa kesempatan ini telah lama dinantikan agar para atlet muda dapat menunjukkan kemampuan terbaik di depan tim pencari bakat PB Djarum tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Perjuangan untuk menembus audisi ditunjukkan oleh Mickael Desman Pekey, atlet berusia 9 tahun asal Jayawijaya Badminton Club, yang kembali mencoba peruntungan setelah sempat mencapai babak perempat final pada audisi tahun 2024.

Audisi Umum PB Djarum 2026 dilaksanakan di tiga kota yaitu Pekanbaru, Makassar, dan Kudus, dengan sistem pemberian Super Tiket yang berbeda di setiap lokasi untuk melaju ke tahap karantina.