FeedSport

Erick Thohir: Tanpa Target Medali, Fokus Pembinaan di Asian Youth Games

102
×

Erick Thohir: Tanpa Target Medali, Fokus Pembinaan di Asian Youth Games

Sebarkan artikel ini
3c94be720164c236213f206b5086a790.jpg
3c94be720164c236213f206b5086a790.jpg

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir belum menetapkan target perolehan medali bagi kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Youth Games (AYG) 2025 dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Penentuan target realistis akan dilakukan setelah pemerintah menilai kesiapan para atlet. Pernyataan ini disampaikan Erick seusai upacara pengukuhan atlet pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Wisma Kemenpora, Jakarta.

Untuk AYG 2025 yang akan berlangsung di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober, Indonesia mengutus 123 atlet dan 51 ofisial yang akan bertanding di 21 dari 26 cabang olahraga. Sementara itu, untuk ISG 2025 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 7–21 November, kontingen Indonesia terdiri dari 38 atlet (21 putri, 17 putra) serta 25 ofisial yang turun di enam cabang olahraga.

Erick menjelaskan bahwa dirinya masih baru menjabat sebagai Menpora sehingga memerlukan waktu untuk melihat persiapan kontingen secara menyeluruh. “Saya baru jadi Menpora, jadi nanti kita lihat dulu persiapan seperti apa,” ujarnya.

Meski belum memiliki target medali spesifik, Erick menyatakan kepercayaan penuh kepada para pengurus besar cabang olahraga untuk memberikan hasil terbaik. Ia juga belum menyinggung target peringkat yang ingin dicapai pada AYG tahun ini.

Menteri yang dilantik pada 17 September lalu itu meminta publik untuk memberi kesempatan kepada para atlet fokus pada proses dan hasil pertandingan. “Berikan kesempatan dulu. Berikan hasilnya dulu, satu-satu kita selesaikan,” katanya.

Mantan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia periode 2015–2019 itu menekankan pentingnya mental juang dan fokus untuk memberikan penampilan terbaik. “Kita harus berikan yang terbaik, harus fight. Apa pun hasilnya, kita lihat. Yang penting secara mindset, mental, harus ke arah yang sama,” tegas Erick.

Senada dengan Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari juga belum menyebut target medali spesifik. “Target kita menang,” kata Oktohari saat menjawab pertanyaan mengenai sasaran kontingen Indonesia.

Pada edisi kedua AYG 2013 di Nanjing, Cina, Indonesia mengirim 104 atlet dan berhasil meraih delapan medali, yaitu satu emas, dua perak, dan lima perunggu, serta finis di peringkat ke-15. Sementara pada edisi pertama AYG 2009 di Singapura, Indonesia hanya memperoleh satu medali perunggu.