Ecozone

BEI Ungkap Persiapan IPO Bank Jakarta dan Prospek Kinerja Keuangannya

17
×

BEI Ungkap Persiapan IPO Bank Jakarta dan Prospek Kinerja Keuangannya

Sebarkan artikel ini
4cf3360898998c5def0707a5d5fb0536.jpg
4cf3360898998c5def0707a5d5fb0536.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta kini memasuki fase persiapan intensif setelah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, mengonfirmasi bahwa institusi perbankan milik pemerintah daerah tersebut menjadi kandidat emiten yang paling siap dibandingkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya.

“Persiapan (IPO Bank Jakarta) sudah,” ujar Saidu kepada wartawan di BEI, Jakarta, Kamis (9/7).

Ia menjelaskan bahwa meskipun dirinya belum melakukan pertemuan tatap muka secara langsung dengan jajaran manajemen Bank Jakarta, tim penilaian perusahaan bursa telah menjalin komunikasi formal dengan pihak terkait.

Dia menambahkan bahwa otoritas bursa belum dapat memberikan jadwal pasti mengenai waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pihak Bank Jakarta telah menyampaikan komitmen dan niat strategis untuk melantai di bursa efek pada tahun depan.

Di sisi lain, langkah strategis ini mendapatkan pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memastikan kesiapan fundamental perusahaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa proses transisi menjadi perusahaan terbuka tidak akan dilakukan secara terburu-buru demi menjaga stabilitas dan hasil yang optimal.

“Sekarang persiapkan dengan baik, sehingga nanti IPO-nya itu juga bisa keluar pada waktu yang tepat,” kata Dian ketika ditemui di Amanaia Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/6).

Ia menekankan bahwa rencana IPO ini merupakan bagian dari komitmen gubernur dan telah menerima dukungan penuh dari pihak regulator perbankan Indonesia.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank Jakarta menunjukkan kondisi yang relatif stabil namun cenderung stagnan pada periode Mei 2026.

Perseroan tercatat membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp 368,24 miliar.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 366,75 miliar.

Kondisi laba yang cenderung landai ini dipengaruhi oleh penurunan pada sektor pendapatan bunga bersih perseroan.

Pendapatan bunga bersih tercatat turun 7,2 persen menjadi Rp 1,16 triliun, dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai Rp 1,25 triliun.

Penurunan pendapatan bunga bersih ini dipicu oleh menyusutnya pendapatan bunga sebesar 9,3 persen menjadi Rp 2,23 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2,46 triliun.

Di saat bersamaan, beban bunga perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp 1,06 triliun dari angka sebelumnya sebesar Rp 1,21 triliun.

Manajemen kini menghadapi tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan performa keuangan sebelum benar-benar memutuskan untuk memasuki pasar modal.

Dukungan dari pemerintah daerah dan pengawasan dari OJK diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan bank tersebut melalui mekanisme pasar.

Seluruh pihak terkait saat ini tengah berfokus pada pematangan tata kelola perusahaan agar memenuhi standar emiten di pasar modal nasional.

Keberhasilan IPO ini nantinya akan menjadi tonggak penting bagi BUMD Jakarta dalam memperluas jangkauan bisnis dan akses pendanaan publik.