Berita

Demo Ojol Hari Ini: Pengemudi Suarakan Tuntutan Kesejahteraan dan Keadilan

72
×

Demo Ojol Hari Ini: Pengemudi Suarakan Tuntutan Kesejahteraan dan Keadilan

Sebarkan artikel ini
f473417e7aced4197cfd999baf33427f.jpg
f473417e7aced4197cfd999baf33427f.jpg

Jakarta – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia (Garda Indonesia) menggelar demonstrasi besar di Jakarta pada Selasa, 16 September 2025. Aksi ini menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi yang dinilai lebih berpihak kepada perusahaan aplikasi transportasi.

Massa pengemudi ojol melakukan long march dari markas Garda di Jalan Kodam Raya Nomor 6, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Rute demonstrasi melintasi Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa sebagian besar pengemudi online mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas aksi. Ia mengimbau warga Jakarta untuk menggunakan moda transportasi alternatif.

Menurut Igun, Hari Perhubungan Nasional menjadi momentum tepat untuk menyuarakan protes. Ia menuding Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi lebih berpihak pada perusahaan aplikasi transportasi dibandingkan pengemudi, bahkan bertindak layaknya “juru bicara aplikator”.

“Telah terjadi vendor driven policy, di mana kebijakan Menteri Perhubungan dikendalikan oleh perusahaan aplikasi transportasi online,” ujar Igun.

Dalam unjuk rasa ini, Garda Indonesia membawa tujuh tuntutan utama. Salah satunya adalah mendesak Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2026.

Mereka juga menuntut penetapan batas potongan maksimal 10 persen dari aplikator, serta pembuatan regulasi khusus mengenai tarif antar barang dan makanan. Selain itu, Garda Indonesia mendesak audit investigatif terhadap potongan tambahan 5 persen dari aplikator.

Tuntutan lain yang disampaikan adalah penghapusan program-program seperti Aceng, Slot, Multi Order, dan Member Berbayar yang dianggap merugikan mitra pengemudi. Garda Indonesia juga mendesak Presiden untuk mencopot Menteri Perhubungan dan meminta Kapolri mengusut tuntas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas pada 28 Agustus lalu.

Igun mengklaim demonstrasi ini tidak hanya diikuti oleh pengemudi ojol, tetapi juga didukung aliansi mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), serta sejumlah komunitas ojol di berbagai wilayah. Unjuk rasa ini direncanakan akan berlangsung hingga sore hari dengan orasi di tiga titik utama.

“Ini aksi unjuk rasa akbar, kami akan terus bersuara sampai pemerintah benar-benar mendengar,” tegas Igun.