Berita

Corn Moon dan Angin Kencang Ancam Pesisir NTB Banjir Rob

98
×

Corn Moon dan Angin Kencang Ancam Pesisir NTB Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
bmkg:-corn-moon-september-2025-berpotensi-sebabkan-banjir-rob-di-ntb
bmkg: corn moon september 2025 berpotensi sebabkan banjir rob di ntb

Mataram – Waspada banjir rob! Pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi dilanda banjir rob pada 7-13 September 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman tersebut. Fenomena corn moon menjadi salah satu pemicu.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir Lombok dan Bima untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang laut maksimum,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, Minggu (7/9/2025).

Angin kencang dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5-20 knots diperkirakan terjadi. Tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 4-6 meter di Lembar (Lombok Barat) dan 1,25-2,5 meter di Sape (Kabupaten Bima).

Pasang maksimum di Lembar diprediksi lebih dari 1,8 meter antara pukul 01.00-12.00 Wita. Sementara di Sape, pasang maksimum lebih dari 1,9 meter terjadi antara pukul 01.00-14.00 Wita.

Sejumlah wilayah di Pulau Lombok berpotensi terdampak, termasuk Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Di Pulau Sumbawa, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Fenomena corn moon, atau purnama jagung, terjadi saat periode panen jagung di wilayah utara Amerika Serikat.

Selain itu, gerhana bulan total juga akan terjadi bersamaan dengan fase purnama dan dapat disaksikan di Afrika, Eropa, Asia, dan Australia.

Di Kota Mataram, gerhana penumbra dapat disaksikan mulai pukul 23.28 Wita pada 7 September 2025. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada 8 September 2025 dini hari.