Bener Meriah – Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih terisolasi total akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Akses darat terputus dan jaringan internet lumpuh, menyisakan jalur udara sebagai satu-satunya cara masuk ke daerah pegunungan ini. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh, Komisaris Besar Joko Krisdiyanto, pada Ahad, 30 November 2025, membenarkan kondisi tersebut.
Pemerintah Aceh telah bergerak cepat dengan mengerahkan enam alat berat ke Gunung Salak, Aceh Utara, pada Ahad. Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali isolasi Bener Meriah dan memastikan mobilitas logistik serta tim penyelamat dapat berjalan.
Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir, menyatakan bahwa konektivitas antara Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah berhasil tersambung. Saat ini, fokus utama adalah membuka akses dari Aceh Utara menuju Bener Meriah, yang diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Nasir menjelaskan jalur Gunung Salak dipilih karena memiliki lebih sedikit titik longsor dibandingkan rute Bireuen yang memerlukan waktu perbaikan lebih lama. Alat berat milik pemerintah dan pihak ketiga terus dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki kerusakan jalan. Pembukaan jalur Gunung Salak diharapkan dapat memudahkan mobilisasi logistik.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025, sebelumnya menyebabkan kerusakan parah pada jembatan nasional dan sejumlah ruas jalan utama. Luapan arus sungai menghanyutkan struktur jembatan, sementara material longsor menimbun badan jalan hingga tak bisa dilalui.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah kecamatan terisolasi dan menghambat mobilitas tim penyelamat. Bupati Bener Meriah, Tagore, pada Sabtu, 29 November 2025, menyatakan bahwa kerusakan jembatan dan jalan menjadi hambatan terbesar dalam menjangkau lokasi terdampak.
Jalur nasional Bener Meriah–Bireuen serta jalan provinsi menuju Lhokseumawe terputus total akibat material longsor yang menutupi jalan hingga ratusan meter. Data Pemerintah Kabupaten Bener Meriah per Sabtu menunjukkan 177.967 jiwa terisolasi, dengan 37.306 jiwa di antaranya mengungsi di 27 lokasi.







