Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Planalto, Brasilia, Kamis (10/7/2025). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara membahas isu-isu geopolitik global dan menemukan kesamaan pandangan, terutama dalam upaya penyelesaian konflik dan reformasi tata kelola internasional.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki pandangan yang sejalan dalam menyikapi situasi geopolitik global saat ini. Ia juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap pendekatan Brasil dalam mendorong penyelesaian damai berbagai konflik di dunia.
“Dalam situasi geopolitik internasional saat ini, kami sepenuhnya sejalan dengan pemikiran Presiden Lula, dan saya berharap kita dapat terus mengoordinasikan sejumlah inisiatif penting yang perlu kita ambil bersama,” kata Prabowo, Kamis (10/7/2025), seperti dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Secara khusus, Prabowo mendukung gagasan Brasil mengenai peran kelompok sahabat untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya gencatan senjata segera di Gaza dan dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) dalam konflik Timur Tengah.
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia sangat menghargai pendirian kuat Brasil mengenai perlunya gencatan senjata segera di Gaza. “Mengenai Timur Tengah, sekali lagi kami sangat menghargai pendirian kuat Anda mengenai perlunya gencatan senjata segera di Gaza. Dan juga bahwa satu-satunya solusi adalah solusi dua negara (two state solution) dan kami sangat menghargai pendirian kuat Anda untuk ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap agenda reformasi tata kelola global, terutama dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan perlunya peningkatan representasi negara-negara besar baru di dunia internasional.
Prabowo menambahkan, Indonesia dan Brasil harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin dalam mendorong reformasi ini bersama negara-negara lain. “Saya pikir kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin, dan saya pikir kita harus menggabungkan upaya kita, menyatukan suara kita untuk mendorong reformasi ini bersama negara-negara lain seperti India, Afrika Selatan, Mesir, Nigeria, Jerman, Jepang, dan Meksiko,” pungkas Prabowo pada Kamis (10/7/2025).







