Bogor – Arus balik wisatawan dari Puncak diprediksi mencapai puncaknya pada Minggu, 4 Januari 2026. Polres Bogor telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang diperkirakan terjadi di jalur menuju Jakarta.
“Kendaraan akan turun semua (dari Puncak) di hari Minggu,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Rizky Guntama, Sabtu (3/1/2025), mengindikasikan lonjakan volume kendaraan.
Guna mengurai potensi kemacetan, polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (oneway) di jalur Puncak, baik menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Kami mengantisipasi, rekayasa lalu lintas juga kami siapkan oneway,” ujar Rizky dalam keterangan tertulisnya. Ia berharap langkah ini dapat memperlancar arus balik wisatawan.
Polres Bogor mengimbau para pengendara untuk berhati-hati mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas juga menjadi perhatian utama demi keselamatan bersama.
Selama libur Natal dan Tahun Baru, Rizky mengklaim situasi lalu lintas di kawasan Puncak terkendali. Tidak ada kendala berarti yang dilaporkan dalam pengaturan lalu lintas.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi antisipasi lonjakan volume kendaraan yang efektif. “Untuk kejadian menonjol, alhamdulillah di jalur Puncak ini nihil,” tegasnya.
Data kepolisian mencatat tingkat hunian hotel di Puncak mencapai 63 persen pada momen pergantian tahun. Sekitar 5.000 kamar hotel telah terisi oleh wisatawan.
Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho sebelumnya memastikan situasi lalu lintas di Puncak selama Natal dan Tahun Baru terpantau kondusif.
“Ada peningkatan kunjungan, okupasi hotel juga naik, tetapi tidak ada kematian,” kata Agus. Kepadatan lalu lintas berhasil dikelola melalui rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus dan sistem oneway.







