Berita

PTPN Salurkan Beras SPHP, Jangkau 300 Titik Strategis

97
×

PTPN Salurkan Beras SPHP, Jangkau 300 Titik Strategis

Sebarkan artikel ini
ptpn-ditugaskan-distribusi-beras-sphp-di-300-titik
ptpn ditugaskan distribusi beras sphp di 300 titik

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) akan mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) langsung ke masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pendistribusian ini dilakukan melalui 300 titik.

Langkah ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) dan hasil koordinasi dengan Perum Bulog serta Kementerian Pertanian.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyatakan PTPN siap menjaga ketahanan pangan nasional melalui sinergi BUMN.

“Sebagai BUMN penghasil gula dan komoditas perkebunan, PTPN Group siap memperluas kontribusi nyata demi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Tahap pertama program ini rencananya dimulai pada 18 Juli 2025, dengan peluncuran di 20 titik awal yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

PTPN akan mendistribusikan beras SPHP melalui Kantor Regional dan unit usaha PTPN I, PTPN IV, serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Sesuai mekanisme, PTPN akan mengambil langsung beras dari gudang Bulog yang telah ditentukan.

Beras kemudian dijual kepada masyarakat sesuai harga eceran yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi wilayah.

Beras didistribusikan dalam kemasan 5 kilogram, dengan batasan maksimal 2 pack per transaksi. Transaksi dilakukan secara digital dan disertai pencatatan identitas pembeli.

Denaldy menambahkan, PTPN akan menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau melalui GPM.

Direktur Bisnis Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menekankan aspek keberlanjutan program.

“Kami mengoptimalkan 300 titik strategis termasuk perkebunan dan pabrik untuk memastikan akses pangan terjangkau tetap berjalan berkesinambungan, terutama bagi masyarakat di sekitar kebun,” jelasnya.

GPM akan diperluas tidak hanya untuk beras, tetapi juga komoditas strategis lainnya seperti gula dan minyak goreng hasil produksi PTPN Group.

Peluncuran nasional program ini telah digelar pada Jumat (1/7/2025) di Jakarta, dipimpin oleh Bulog. Kegiatan ini diikuti dengan monitoring oleh Menteri Pertanian.