Ecozone

Harga Emas Melonjak 1% di Tengah Eskalasi Iran dan Suku Bunga AS

9
×

Harga Emas Melonjak 1% di Tengah Eskalasi Iran dan Suku Bunga AS

Sebarkan artikel ini
ff19ef01327add53edf8af2320f187f0.jpg
ff19ef01327add53edf8af2320f187f0.jpg

New York – Harga emas dunia kembali bergairah pada perdagangan Rabu (20/5/2026) dengan mencatatkan penguatan lebih dari 1 persen. Sentimen positif ini muncul setelah tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mulai melandai, sehingga memicu aksi beli investor pada logam mulia.

Harga spot emas melonjak 1,1 persen ke level 4.531,99 dolar AS per ons troi pada pukul 14.10 waktu setempat. Kenaikan ini berhasil membawa harga emas bangkit dari posisi terendahnya dalam tujuh pekan terakhir. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turut menguat tipis 0,1 persen ke posisi 4.535,30 dolar AS per ons troi.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan bahwa pemulihan harga emas didorong oleh jeda kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun. Menurutnya, penurunan yield membuat emas kembali menarik bagi investor karena aset ini tidak memberikan bunga tetap.

Pasar saat ini juga masih memantau ketat perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya situasi perang Iran. Pelaku pasar tengah mencermati setiap sinyal penyelesaian konflik yang dianggap berpotensi memengaruhi laju inflasi dan arah kebijakan suku bunga global.

Di sisi lain, Federal Reserve dalam risalah rapat bulan April menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik Iran dapat memicu lonjakan inflasi. Sebagian pejabat bank sentral AS bahkan memberi sinyal untuk tetap membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi gagal ditekan menuju target 2 persen.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar kini memproyeksikan peluang 48,6 persen kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Namun, untuk pertemuan Juni, sebanyak 89,6 persen pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di level saat ini.

Meski emas kembali menguat, lembaga keuangan Citi menyatakan tetap mengambil sikap hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia tersebut. Citi menempatkan target harga emas dalam tiga bulan ke depan berada di level 4.300 dolar AS per ons troi.

Mengikuti tren emas, logam mulia lainnya juga terpantau menguat. Harga perak spot naik 3,1 persen menjadi 76,06 dolar AS per ons troi. Adapun platinum dan paladium masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,6 persen dan 1,5 persen.

ff5c745094304f1f8732a03071131452.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Tekanan yang dihadapi emiten-emiten pertambangan mineral dan batubara (minerba) seolah tak kunjung berhenti. Di saat harga sejumlah komoditas utama tambang berada dalam tren positif, emiten di sektor ini justru diterpa oleh sentimen ketidakpastian regulasi. Baru-baru ini, pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memperkuat tata kelola komoditas…

318c1d3376bdfeb9e0cae93f67e33022.jpg
Ecozone

Fenesia – Bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026), dipimpin penguatan saham-saham teknologi dan semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dinilai menjadi indikator penting kekuatan permintaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melansir Reuters pukul 09.51 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 32,63 poin atau 0,07% ke level 49.396,51. Indeks S&P 500…

4adaffbee6bc8002cec0f62cf94483bc.jpg
Ecozone

Pasar saham di Indonesia gak bisa dipisahkan dari pergerakan IHSG. Saat indeks ini naik atau turun, banyak saham ikut bergerak mengikuti arah pasar. Karena itu, memahami pengaruh IHSG terhadap saham penting banget buat kamu yang ingin mulai investasi. IHSG sering dijadikan acuan utama untuk melihat kondisi pasar modal Indonesia. Bahkan, banyak inve…