New York – Harga emas dunia kembali bergairah pada perdagangan Rabu (20/5/2026) dengan mencatatkan penguatan lebih dari 1 persen. Sentimen positif ini muncul setelah tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mulai melandai, sehingga memicu aksi beli investor pada logam mulia.
Harga spot emas melonjak 1,1 persen ke level 4.531,99 dolar AS per ons troi pada pukul 14.10 waktu setempat. Kenaikan ini berhasil membawa harga emas bangkit dari posisi terendahnya dalam tujuh pekan terakhir. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turut menguat tipis 0,1 persen ke posisi 4.535,30 dolar AS per ons troi.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan bahwa pemulihan harga emas didorong oleh jeda kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun. Menurutnya, penurunan yield membuat emas kembali menarik bagi investor karena aset ini tidak memberikan bunga tetap.
Pasar saat ini juga masih memantau ketat perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya situasi perang Iran. Pelaku pasar tengah mencermati setiap sinyal penyelesaian konflik yang dianggap berpotensi memengaruhi laju inflasi dan arah kebijakan suku bunga global.
Di sisi lain, Federal Reserve dalam risalah rapat bulan April menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik Iran dapat memicu lonjakan inflasi. Sebagian pejabat bank sentral AS bahkan memberi sinyal untuk tetap membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi gagal ditekan menuju target 2 persen.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar kini memproyeksikan peluang 48,6 persen kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Namun, untuk pertemuan Juni, sebanyak 89,6 persen pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di level saat ini.
Meski emas kembali menguat, lembaga keuangan Citi menyatakan tetap mengambil sikap hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia tersebut. Citi menempatkan target harga emas dalam tiga bulan ke depan berada di level 4.300 dolar AS per ons troi.
Mengikuti tren emas, logam mulia lainnya juga terpantau menguat. Harga perak spot naik 3,1 persen menjadi 76,06 dolar AS per ons troi. Adapun platinum dan paladium masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,6 persen dan 1,5 persen.







