News

Pasca Ledakan Bom Rakitan, Aktivitas Belajar MAN 3 Padang Normal

18
×

Pasca Ledakan Bom Rakitan, Aktivitas Belajar MAN 3 Padang Normal

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan belajar mengajar siswa di MAN 3 Padang pasca insiden ledakan bom rakitan.
Siswa MAN 3 Padang kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan normal pasca insiden ledakan.

Padang – Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang kembali berjalan normal pada Rabu (15/7/2026) pasca insiden ledakan bom rakitan yang dilakukan oleh seorang siswa berinisial R akibat motif perundungan.

Dilansir dari kumparan, suasana di lingkungan sekolah negeri di bawah naungan Kementerian Agama tersebut terpantau kondusif meskipun garis polisi masih terpasang di salah satu jendela ruang kelas tempat kejadian perkara.

Para siswa terlihat menjalankan aktivitas rutin seperti kegiatan belajar di ruang kelas, bermain di halaman sekolah saat jam istirahat, hingga berkumpul di area kantin.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, menyatakan bahwa pihak sekolah telah memulai hari dengan kegiatan senam bersama serta sosialisasi pencegahan perundungan bagi seluruh siswa.

“Hari ini kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian ada edukasi dari kepolisian tentang anti-bullying, setelah itu pembelajaran berjalan normal seperti biasa,” kata Marliza.

Pihak sekolah memastikan tidak ada laporan kekhawatiran dari orang tua siswa terkait keberlangsungan aktivitas pendidikan di sekolah setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Alhamdulillah, orang tua tetap mempercayakan anak-anaknya datang ke sekolah, kegiatan belajar juga berjalan seperti biasa,” ujar Marliza.

Sebagai langkah evaluasi, pihak manajemen sekolah berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh siswa guna mencegah potensi terulangnya insiden serupa di masa depan.

“Tentu pengawasan akan lebih kami tingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Marliza.

Mengenai status R, pihak sekolah menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan komprehensif dari pihak kepolisian sebelum menentukan sanksi atau langkah disipliner lanjutan.

“Kami masih menunggu proses dari kepolisian, setelah itu baru akan kami menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Marliza.

Tindakan nekat R yang merupakan siswa kelas 12 tersebut diduga dipicu oleh tekanan psikologis akibat perundungan yang ia alami di lingkungan pergaulannya.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa aksi tersebut terinspirasi dari peristiwa ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025 yang melibatkan unsur terorisme supremasi kulit putih.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap motif dan keterkaitan R dengan narasi ekstremisme yang tersebar melalui internet.

Keamanan di sekitar area sekolah kini menjadi prioritas utama pihak administrasi sekolah untuk menjaga kenyamanan psikologis para siswa lainnya.

Kondisi fisik bangunan sekolah secara umum tidak mengalami kerusakan berarti selain pada titik ledakan yang telah diamankan oleh pihak berwenang.

Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat untuk memastikan lingkungan belajar tetap steril dari ancaman serupa.Pasca Ledakan Bom Rakitan, Aktivitas Belajar MAN 3 Padang Normal