Techno

Tak Hanya Facebook, Pemerintah Militer Myanmar Juga Blokir Twitter

212
×

Tak Hanya Facebook, Pemerintah Militer Myanmar Juga Blokir Twitter

Sebarkan artikel ini
militer myanmar
Suasana Kudeta di Myanmar Foto: Stringer/Anadolu Agency via Getty Images

FENESIA – Militer Myanmar yang memperoleh kekuasaan lewat kudeta sebelumnya telah memblokir Facebook dan WhatsApp, kini Twitter juga diblokir. 

Pemerintah militer Myanmar memerintahkan operator seluler dan penyedia internet lokal untuk memblokir Twitter sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah warga Myanmar melaporkan bahwa mereka tidak bisa mengakses Twitter di situs web. Saat mencoba mengakses Twitter, mereka justru diarahkan ke laman bertuliskan “laman tidak dapat dijangkau sesuai arahan Kementerian Transportasi dan Komunikasi”.

Salah satu perusahaan telekomunikasi di Myanmar, Telenor telah mengonfirmasi terkait pembatasan akses layanan Twitter. Telenor mengatakan bahwa pihaknya telah menerima perintah pemblokiran Twitter “sampai pemberitahuan lebih lanjut”.

“Arahan tersebut memiliki dasar hukum dalam Undang-undang Telekomunikasi Myanmar,” ungkap Telenor.

Sebagaimana diketahui, protes anti-kudeta yang dilakukan masyarakat Myanmar menyebar ke berbagai media sosial. Sejumlah tagar seperti #WeNeedDemocracy atau #FreedomForFear yang diambil dari kutipan Aung San Suu Kyi menjadi trending topic.

Mengutip dari Tech Crunch, Telenor mengatakan, “Kami menekankan bahwa kebebasan berekspresi melalui akses ke layanan komunikasi harus dipertahankan setiap saat, terutama selama masa konflik.”

Twitter juga telah mengetahui pembatasan layanannya ini di Myanmar. Lewat seorang juru bicara, Twitter mengecam pemblokiran tersebut.

Twitter mengungkapkan, pembatasan layanannya di Myanmar ini dapat merusak hak seseorang untuk bersuara dan berekspresi di media sosial. “Kami akan terus berupaya mengakhiri pemblokiran ini,” sambung Twitter.