Aceh Tamiang – Ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk membantu pemulihan pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Mereka akan difokuskan membersihkan kantor-kantor dinas yang terdampak bencana.
Total 1.138 praja IPDN dikerahkan secara bertahap. Kloter pertama sejumlah 413 orang telah tiba pada Sabtu (3/1/2026). Kloter selanjutnya menyusul pada Minggu (4/1/2026) dan Senin (5/1/2026).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melepas langsung keberangkatan para praja di Bandara Soekarno-Hatta. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto turut mendampingi dan memberikan pengarahan kepada para praja setibanya di Aceh Tamiang.
“Tugas di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” tegas Bima Arya, menekankan prioritas utama dalam membantu memulihkan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Mendagri Tito Karnavian sebelumnya meninjau langsung kondisi Aceh Tamiang dan mendapati kantor bupati serta sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur. Kondisi ini menghambat aktivitas pemerintahan.
Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan fungsi pemerintahan adalah kunci utama kebangkitan daerah pascabencana. Dengan berfungsinya pemerintahan, koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan.
“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya,” jelas Tito.
Setelah kantor-kantor pemerintahan berfungsi normal, para praja IPDN akan diarahkan untuk membantu membersihkan fasilitas lainnya, seperti pertokoan dan fasilitas pelayanan pemerintahan desa.
Mendagri juga membuka kemungkinan pengerahan praja IPDN ke daerah lain di Aceh yang membutuhkan bantuan serupa, seperti Aceh Utara atau Aceh Timur, jika pemulihan di Aceh Tamiang berjalan cepat.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera pada 25 November 2025 dan menyebabkan dampak yang signifikan. Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.167 orang.







