Ecozone

Wall Street Menguat Berkat Dorongan Sektor Teknologi Awal Pekan Ini

9
×

Wall Street Menguat Berkat Dorongan Sektor Teknologi Awal Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
4af318813c59b70f901d466e5e8aad55.jpg
4af318813c59b70f901d466e5e8aad55.jpg

New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan bervariasi pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average berhasil mencatatkan penguatan tipis, sementara indeks Nasdaq cenderung bergerak mendatar.

Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang berlangsung di Swiss. Mediator perundingan melaporkan adanya kemajuan yang menggembirakan dari putaran pertama pembicaraan yang berakhir pada Senin dini hari. Meski demikian, ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.

Sejumlah isu krusial seperti situasi di Lebanon serta keamanan pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi faktor ketidakpastian bagi pelaku pasar global.

Berdasarkan data Reuters pada pukul 09.53 waktu setempat, indeks Dow Jones terpantau naik 261,38 poin atau 0,51 persen ke level 51.826,08. Indeks S&P 500 turut menguat 23,77 poin atau 0,32 persen menjadi 7.524,35. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 1,52 poin atau 0,01 persen ke level 26.515,06.

Sektor keuangan dan teknologi menjadi penopang utama penguatan pasar. Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berada di zona hijau, dengan sektor keuangan memimpin kenaikan sebesar 1 persen.

Saham-saham di sektor produsen chip memori mencatatkan performa positif. Micron Technology dan Sandisk masing-masing menguat sekitar 3 persen menjelang rilis laporan keuangan Micron pada Rabu pekan ini. Indeks Philadelphia SE Semiconductor bahkan naik 1,3 persen dan mencetak rekor tertinggi baru. Selain itu, saham Intel naik 2 persen dan Nvidia menguat 1 persen.

Di sisi lain, sektor layanan komunikasi menjadi pemberat pasar dengan penurunan 2,3 persen. Saham Alphabet turun 3,8 persen, sementara saham SpaceX merosot 7,9 persen, yang kemudian membebani pergerakan indeks Nasdaq.

Pasar energi turut merespons positif setelah Washington dan Teheran menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final dalam 60 hari ke depan. Harga minyak dunia sempat turun hingga 2 persen, yang membantu meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Kepala Riset Pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, menyatakan bahwa pasar saat ini menunjukkan optimisme terhadap peluang penyelesaian konflik di Timur Tengah. Namun, ia menambahkan bahwa investor belum sepenuhnya berani mengambil risiko besar karena situasi geopolitik masih dinamis.

Menurut Coatsworth, pasar cukup tangguh dalam beberapa pekan terakhir karena harapan akan penyelesaian konflik dan inflasi yang terkendali. Kendati demikian, konflik tersebut masih menjadi isu yang hidup sehingga investor belum sepenuhnya masuk ke mode risk-on.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar kini menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis mendatang. Data tersebut merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve yang akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Jika inflasi menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan sikap hawkish. Berdasarkan data LSEG, investor saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga sempat menyentuh level tertinggi sejak awal 2025 di angka 4,23 persen.

Perhatian investor juga tertuju pada pernyataan sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee, yang dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai kondisi ekonomi.

Dalam perdagangan individual, saham Apogee Therapeutics melonjak hampir 47 persen setelah AbbVie mengumumkan rencana akuisisi perusahaan bioteknologi tersebut senilai US$ 10,9 miliar secara tunai. Saham AbbVie sendiri turut menguat 4,7 persen.

446b0adeec150b3f3584f02bedaefa3b.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal pekan perdagangan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (Bursa Efek Indonesia) melalui RTI, IHSG ditutup turun 0,98% atau terpangkas 60,44 poin ke level 6.116,69 pada perdagangan Senin (22/6/2026). Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Penurunan terdalam dialami sektor barang baku yang melemah 2,49%, diikuti sektor perindustrian 2,36% dan kesehatan 2,23%. Baca…

b99293338d78081168e4b00366e59165.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,98% atau terpangkas 60,44 poin ke level 6.116,69 pada penutupan perdagangan, Senin (22/6/2026). Tercatat mayoritas indeks sektoral di BEI tertekan. Sektor yang turun paling dalam adalah barang baku 2,49%, disusul perindustrian 2,36%, Kesehatan 2,23%, barang konsumer…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan dua emiten baru. Pengelola jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals & Clinics, PT Nitrasanata Dharma, dan PT Bach Multi Global yang bergerak di bisnis penjualan serta penyewaan infrastruktur telekomunikasi tengah bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). PT Nitrasanata Dharma selaku calon emiten dengan kode saham JECX ini menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta…