Ecozone

Investor Asing Borong Saham UNTR dan BBCA, Net Buy Rp7,1 Triliun

18
×

Investor Asing Borong Saham UNTR dan BBCA, Net Buy Rp7,1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia
Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp7,1 triliun di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan ini.

Jakarta – Investor asing mencatatkan akumulasi beli bersih sebesar Rp 7,1 triliun di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan yang berakhir pada Minggu (2/8/2026), sebuah pembalikan arus modal yang signifikan dibandingkan dengan posisi jual bersih senilai Rp 3,36 triliun pada periode sebelumnya.

Dilansir dari Stockbit, arus masuk dana asing tersebut difokuskan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 469,18 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 426,56 miliar.

Selain sektor perbankan dan alat berat, investor asing juga mencatatkan beli bersih sebesar Rp 243,99 miliar pada saham PT Timah Tbk (TINS).

Di sisi lain, aksi jual atau net sell dilakukan oleh investor asing terhadap saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 203,11 miliar.

Secara keseluruhan, total transaksi beli yang dibukukan investor asing mencapai Rp 29,77 triliun, sementara nilai transaksi jual berada pada angka Rp 22,67 triliun.

Pergerakan dana asing ini turut menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menutup pekan di zona hijau dengan penguatan 0,8 persen ke level 6.236,13.

Dalam skala mingguan, indeks acuan pasar modal domestik tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen.

Berdasarkan data perdagangan, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 10.923 triliun dari posisi pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 10.870 triliun.

Meskipun indeks mengalami kenaikan, aktivitas perdagangan secara volume tercatat mengalami penurunan sebesar 31,23 persen menjadi 30,04 miliar saham dibandingkan pekan lalu.

Frekuensi transaksi perdagangan saham juga menunjukkan tren penurunan sebesar 31,88 persen menjadi 1,81 juta kali transaksi.

Komposisi pelaku pasar masih didominasi oleh investor domestik yang menguasai 66 persen dari total transaksi, meskipun angka tersebut mengalami penurunan dari porsi pekan lalu yang mencapai 69 persen.

Sebaliknya, porsi transaksi investor asing di pasar modal Indonesia mengalami kenaikan dari 31 persen menjadi 34 persen.

Kondisi pasar yang tetap positif di tengah penurunan volume menunjukkan adanya konsolidasi pada saham-saham pilihan yang menjadi target akumulasi modal asing.

Data BEI menunjukkan bahwa likuiditas di pasar modal tetap terjaga meski terdapat fluktuasi pada frekuensi perdagangan harian selama satu pekan terakhir.

Para pelaku pasar terus memantau pergerakan saham-saham utama sebagai indikator sentimen investor terhadap prospek ekonomi dalam negeri.