New York – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026) yang didorong oleh rilis laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi serta penurunan harga minyak mentah dunia.
Dilansir dari MSN, indeks S&P 500 melonjak 1,79% ke level 7.736,52 dan mencetak rekor penutupan baru di tengah optimisme pasar yang kembali menguat.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 907,47 poin atau 1,71% menjadi 54.085,88.
Indeks Nasdaq Composite mengalami kenaikan paling tajam sebesar 2,59% hingga berakhir di level 26.584,99.
Lonjakan harga saham dipimpin oleh sektor teknologi yang mencatatkan kenaikan sekitar 4% sepanjang sesi perdagangan.
Saham Palantir Technologies memimpin reli dengan kenaikan sebesar 29% setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal kedua yang jauh melampaui prediksi analis.
“Hasil tersebut didorong tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI),” kata Alex Karp, Chief Executive Officer Palantir.
Sentimen positif pada sektor AI turut mengangkat saham produsen cip, di mana Micron Technology naik lebih dari 7% dan Marvell Technology melonjak hampir 13%.
Sektor keuangan juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,9%, yang dipimpin oleh performa Goldman Sachs dengan penguatan lebih dari 2%.
Saham Caterpillar menjadi penopang utama Dow Jones setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan berkat tingginya permintaan alat berat untuk pembangunan pusat data AI.
Penurunan harga minyak dunia menjadi katalis tambahan yang meredakan kekhawatiran investor mengenai biaya operasional dan inflasi.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) jatuh 5,69% menjadi US$ 75,77 per barel, sementara minyak Brent turun 5,26% ke posisi US$ 79,36 per barel.
Penurunan harga energi dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengenai potensi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Data dari FactSet menunjukkan bahwa lebih dari 84% emiten anggota S&P 500 telah melaporkan laba yang berada di atas ekspektasi pasar sepanjang musim laporan keuangan ini.
Strategis Global FX & Rates Macquarie Group, Thierry Wizman, menyatakan bahwa reli pasar saat ini mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi jangka panjang.
“Kekhawatiran bahwa belanja besar perusahaan teknologi untuk pembangunan pusat data AI akan menekan arus kas mulai mereda karena kinerja keuangan emiten sejauh ini masih tetap kuat,” kata Thierry Wizman.
Selain sektor teknologi, sektor industri dan material juga mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan masing-masing hampir 2%.
Kondisi pasar yang kondusif ini menandai pemulihan signifikan bagi saham-saham yang sempat mengalami tekanan jual sepanjang bulan Juli lalu.






