Ecozone

Indosat Kerek Capex 77% Usai Menang Lelang Frekuensi untuk Ekspansi 5G

17
×

Indosat Kerek Capex 77% Usai Menang Lelang Frekuensi untuk Ekspansi 5G

Sebarkan artikel ini
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat memberikan keterangan resmi perusahaan.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengumumkan peningkatan belanja modal untuk ekspansi 5G.

Jakarta – PT Indosat Tbk (ISAT) mengumumkan kenaikan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 77% menjadi Rp 23 triliun pada Rabu (5/8/2026) untuk mendukung pengembangan infrastruktur jaringan 5G pasca kemenangan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Dilansir dari rilis resmi perusahaan, Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa lonjakan investasi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan setelah memenangkan lelang pita frekuensi pada Juli lalu.

Tambahan investasi sebesar Rp 10 triliun dari nilai awal Rp 13 triliun akan difokuskan sepenuhnya untuk memperkuat kapabilitas jaringan 5G di seluruh Indonesia.

Vikram menjelaskan bahwa perolehan spektrum baru ini menjadi fondasi krusial bagi pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.

“Kami sangat disiplin dalam memperoleh spektrum yang memang kami butuhkan, dan kini fokus kami adalah memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh hampir 100 juta pelanggan kami,” kata Vikram.

Perusahaan menargetkan penggunaan spektrum tambahan tersebut untuk memperkuat identitas digital pelanggan serta mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

Sebelum memenangkan lelang tahun ini, Indosat memiliki total spektrum sebesar 135 MHz.

Dengan tambahan 20 MHz pada pita 700 MHz dan 60 MHz pada pita 2,6 GHz, total spektrum yang dikuasai Indosat kini mencapai 215 MHz atau setara dengan 30,2% dari total spektrum seluler nasional.

Langkah ekspansi ini didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid sepanjang semester I 2026.

Indosat mencatatkan pendapatan sebesar Rp 30,7 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan 13,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan perusahaan melonjak signifikan menjadi Rp 4,42 triliun dari Rp 2,51 triliun pada semester I 2025.

Pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan trafik data sebesar 19,9% serta peningkatan average revenue per user (ARPU) sebesar 17,3% menjadi Rp 46 ribu.

Jumlah pelanggan seluler Indosat saat ini tercatat tetap terjaga di level 93,4 juta pengguna.

Direktur dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, menambahkan bahwa pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz akan memberikan dampak teknis yang berbeda bagi kualitas jaringan.

“Dengan adanya 700 MHz akan meningkatkan coverage dan 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas,” kata Reski.

Kombinasi kedua spektrum tersebut diharapkan dapat membuka peluang monetisasi baru, khususnya melalui layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan berbagai inovasi berbasis digital.

Reski menegaskan bahwa peningkatan spektrum tersebut akan menciptakan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik kepada para pelanggan.

Perusahaan optimis bahwa perluasan layanan 5G ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap transformasi digital Indonesia di masa depan.

“Akan semakin banyak inovasi dan diharapkan mendukung transformasi digital Indonesia di masa depan,” kata Reski.