Ecozone

Daftar Saham Pembagi Dividen Jumbo: ADRO, ANTM, dan BBCA

11
×

Daftar Saham Pembagi Dividen Jumbo: ADRO, ANTM, dan BBCA

Sebarkan artikel ini
Suasana layar monitor yang menampilkan grafik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 8,58 persen sepanjang Juli 2026.

Jakarta – Saham-saham di Bursa Efek Indonesia kembali menjadi instrumen investasi menarik bagi para investor pada Rabu (29/7/2026) karena adanya potensi perolehan keuntungan ganda melalui capital gain dan dividen jumbo di tengah reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dilansir dari data bursa, IHSG mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan sebesar 8,58 persen sepanjang Juli 2026 dan sempat mengalami reli selama 14 hari perdagangan berturut-turut hingga 21 Juli 2026.

Kondisi pasar yang membaik ini mendorong perhatian investor kembali tertuju pada emiten-emiten dengan rekam jejak pembagian dividen besar yang berasal dari laba tahun buku 2025.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin daftar pembagi dividen dengan nilai total mencapai Rp 44,47 triliun atau Rp 376,96 per saham dengan rasio pembayaran sebesar 79 persen.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan distribusi dividen sebesar Rp 41,3 triliun atau Rp 336 per saham dengan rasio pembayaran 72 persen.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalokasikan dividen senilai Rp 21,99 triliun atau Rp 223,17 per saham dengan rasio pembayaran mencapai 123,5 persen yang memanfaatkan saldo laba ditahan.

Di sektor sumber daya alam, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membagikan dividen sebesar Rp 8,05 triliun atau Rp 263,4 per saham dengan rasio pembayaran hampir 100 persen.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut memberikan kontribusi dividen sebesar Rp 7,9 triliun atau Rp 463,32 per saham.

Emiten lain seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membagikan dividen Rp 5,05 triliun, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 2,06 triliun, serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) masing-masing sebesar Rp 1,32 triliun.

Terkait pemilihan aset, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa investor sebaiknya selektif dalam memilih emiten yang menawarkan imbal hasil dividen menarik sekaligus memiliki potensi kenaikan harga saham.

“Investor sebaiknya memilih emiten yang tidak hanya menawarkan dividend yield menarik, tetapi juga memiliki peluang kenaikan harga saham,” kata Nafan Aji Gusta.

Nafan merekomendasikan enam saham unggulan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BMRI, BBCA, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), TLKM, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Ia menilai BBRI tetap menjadi pilihan utama berkat fundamental yang kuat, profitabilitas tinggi, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Terkait prospek jangka panjang, Nafan menambahkan bahwa kualitas laba dan likuiditas yang kuat menjadikan BBCA sebagai pilihan defensif bagi investor.

Selain emiten yang telah membagikan dividen, beberapa perusahaan dijadwalkan melakukan pembagian dividen pada akhir Juli hingga Agustus 2026.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen interim senilai Rp 1 triliun dengan jadwal cum dividen di pasar reguler pada 31 Juli 2026.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) juga dijadwalkan membayar dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun kepada para pemegang saham.

Seluruh keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor dan artikel ini tidak bersifat sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.