Ecozone

Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Atasi Pemadaman Listrik di Kalimantan

28
×

Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Atasi Pemadaman Listrik di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait masalah listrik di Kalimantan.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera mengatasi pemadaman listrik di Kalimantan.

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (4/8/2026) untuk segera menuntaskan persoalan pemadaman listrik yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.

Dilansir dari laporan terkini, menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut menyatakan bahwa pemerintah sedang menyusun langkah-langkah terukur bersama PT PLN untuk mengatasi gangguan layanan publik tersebut dalam waktu dekat.

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik di wilayah tersebut dipicu oleh kurangnya kegiatan pemeliharaan pada fasilitas kelistrikan serta adanya kendala teknis pada jaringan induk.

“Kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman beberapa titik,” kata Bahlil Lahadalia.

“Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” ujar Bahlil Lahadalia.

“Jadi ada pemeliharaan, bahkan ada beberapa, konon cerita, dari PLN terkait dengan jaringan induk juga,” ucap Bahlil Lahadalia.

Permasalahan listrik ini telah memicu perhatian dari Ombudsman Kalimantan Selatan setelah munculnya lonjakan laporan masyarakat mengenai pemadaman bergilir yang terjadi sejak Juni 2026.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, mengungkapkan bahwa keluhan terbanyak datang dari warga di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

Warga melaporkan frekuensi pemadaman yang terjadi hampir setiap hari dengan durasi mencapai empat hingga lima jam, seringkali tanpa disertai pemberitahuan resmi yang akurat.

Masyarakat juga mengeluhkan minimnya tindak lanjut atas pengaduan yang telah dikirimkan melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga persoalan serupa terus berulang tanpa kejelasan penyebab.

Kondisi ini dilaporkan telah mengakibatkan berbagai kerugian bagi warga, mulai dari kerusakan peralatan elektronik rumah tangga hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan kebutuhan perawatan anggota keluarga.

Menanggapi hal tersebut, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf dan mengaitkan gangguan pasokan dengan kendala teknis pada pembangkit Tanjung Power Indonesia serta SKS Listrik Kalimantan.

Selain kendala teknis, terdapat pula pekerjaan pemeliharaan rutin yang sedang dilakukan pada PLTU Asam-Asam untuk memastikan stabilitas sistem kelistrikan jangka panjang.

Pihak PLN mengonfirmasi bahwa proses pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah selesai dilaksanakan.

Pemulihan pada SKS Listrik Kalimantan dijadwalkan rampung pada 5 Agustus 2026.

Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan di PLTU Asam-Asam ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada 29 Agustus 2026.