Ecozone

IHSG Melemah 0,64%, Transaksi Crossing Jumbo Rp 9,32 Triliun di MAPI

12
×

IHSG Melemah 0,64%, Transaksi Crossing Jumbo Rp 9,32 Triliun di MAPI

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup melemah 0,64% di tengah transaksi crossing saham MAPI sebesar Rp 9,32 triliun.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,64% atau 39,20 poin ke level 6.091 pada perdagangan Kamis (30/7/2026) akibat tekanan jual di mayoritas sektor industri dan properti.

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan indeks ini terjadi di tengah berlangsungnya transaksi crossing jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Nilai transaksi crossing pada saham MAPI tercatat mencapai Rp 9,32 triliun dengan rata-rata harga Rp 1.549 per saham melalui tiga kali transaksi.

Volume transaksi untuk saham MAPI dalam aksi negosiasi tersebut tercatat sebanyak 60,2 juta lot saham.

Meskipun terjadi transaksi dalam jumlah besar, harga saham MAPI justru ditutup menguat 2,8% ke level Rp 1.470 per lembar.

Selain MAPI, aktivitas crossing juga terpantau pada saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dengan nilai Rp 191,8 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 129,6 miliar.

Secara keseluruhan, volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 40,14 miliar saham dengan total frekuensi transaksi sebanyak 1,97 juta kali.

Total nilai transaksi harian di pasar modal tercatat sebesar Rp 22,97 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.698 triliun.

Tekanan pada IHSG dipicu oleh kinerja negatif delapan dari sebelas sektor yang ada di bursa.

Sektor industri menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan sebesar 2,67%.

Pelemahan sektor industri didorong oleh anjloknya saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 13,46% ke level Rp 90 serta penurunan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 2% ke level Rp 24.500.

Kondisi serupa terjadi pada sektor properti yang turut mencatatkan pelemahan harga saham secara signifikan.

Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) merosot tajam, disusul PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang turun 5,60% ke level Rp 118.

Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga mencatatkan kinerja buruk dengan penurunan sebesar 9,38% ke level Rp 29.

Sentimen negatif juga menyelimuti bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas ditutup di zona merah.

Indeks Nikkei Jepang mencatatkan koreksi 1,91% ke level 61.174 dan Shanghai Composite turun 0,51% ke level 3.793.

Berbeda dengan tren regional, indeks Hang Seng justru ditutup menguat 1,37% ke level 25.657.

Daftar saham yang masuk kategori top gainers hari ini adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang naik 12,71% ke level 665.

Saham lain yang menguat adalah PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 9,03% ke level 1.630 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 5,26% ke level 2.200.

Sementara itu, daftar top losers dipimpin oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang turun 13,46% ke level 90.

Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menyusul dengan penurunan 11,51% ke level 246 serta PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang turun 9,38% ke level 29.