Ecozone

Adu Kinerja Laba Lima Emiten Grup Bakrie Sepanjang 2026

33
×

Adu Kinerja Laba Lima Emiten Grup Bakrie Sepanjang 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi grafik keuangan dan logo perusahaan Grup Bakrie di Jakarta
Lima emiten Grup Bakrie mencatatkan kinerja keuangan yang beragam pada semester pertama 2026.

Jakarta – Lima emiten di bawah naungan Grup Bakrie melaporkan kinerja keuangan yang beragam untuk periode semester pertama yang berakhir pada Selasa (4/8/2026), dengan variasi capaian mulai dari lonjakan laba bersih hingga pembengkakan kerugian operasional.

Dilansir dari laporan keuangan resmi perusahaan, kelima emiten tersebut meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), serta PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 646,62 miliar, yang merepresentasikan kenaikan 56,17% secara tahunan.

Meskipun laba neto perusahaan naik 25% menjadi Rp 10,08 miliar, porsi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya sebesar Rp 1,12 miliar, sementara Rp 8,95 miliar sisanya mengalir ke pemegang saham nonpengendali.

Struktur kepemilikan yang belum mencapai 100% pada anak usaha seperti PT VKTR Sakti Industries (VSI) dan PT Braja Mukti Cakra (BMC) menjadi faktor utama di balik besarnya porsi laba untuk nonpengendali tersebut.

Di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan laba bersih sebesar 87,4% menjadi US$ 72,3 juta.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk BUMI melonjak signifikan sebesar 188,4% menjadi US$ 58,9 juta, didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara serta efisiensi penambangan.

Sebaliknya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami penurunan kinerja dengan laba bersih yang merosot 41,3% menjadi US$ 13,28 juta akibat pelemahan penjualan sebesar 20,7%.

Kondisi menantang juga dihadapi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 264,77 miliar, berbalik dari posisi laba pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kerugian UNSP dipicu oleh beban luar operasional, terutama lonjakan rugi selisih kurs yang mencapai Rp 297,96 miliar.

Sementara itu, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) masih terjebak dalam kerugian dengan nilai yang membengkak menjadi Rp 27,64 miliar, meskipun pendapatan neto perusahaan tercatat tumbuh 4,1% menjadi Rp 731,07 miliar.

Beban operasional, biaya keuangan, serta kerugian kurs menjadi faktor utama yang menekan profitabilitas ELTY sepanjang paruh pertama tahun ini.

Ekspansi bisnis Grup Bakrie yang kini dipimpin oleh Anindya Novyan Bakrie terus berlanjut ke sektor kendaraan listrik dan pusat data, melengkapi portofolio lama di bidang pertambangan, agribisnis, serta properti.

Dari total 12 perusahaan grup yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), baru lima emiten tersebut yang telah memublikasikan laporan keuangan mereka hingga saat ini.