Ecozone

Unilever Bidik Peningkatan Kinerja pada 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

17
×

Unilever Bidik Peningkatan Kinerja pada 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Sebarkan artikel ini
dcac9f132923876f879b3cae675f2e0f.jpg
dcac9f132923876f879b3cae675f2e0f.jpg

Tangerang – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi hingga akhir 2026. Fokus utama perseroan terletak pada penguatan volume penjualan dan penetrasi pasar, meskipun perusahaan menghadapi tantangan tekanan inflasi global.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Neeraj Lal, mengungkapkan bahwa pihaknya memproyeksikan peningkatan margin secara moderat sepanjang tahun 2026. Perseroan juga bersiap melakukan penyesuaian harga secara terukur pada paruh kedua tahun ini guna mengantisipasi dampak inflasi dari situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama pada segmen home care.

“Prioritas kami tetap tidak berubah, yakni memperkuat fundamental bisnis untuk menghasilkan pertumbuhan yang konsisten dan memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Neeraj dalam paparan publik di Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, emiten FMCG ini tetap berkomitmen memberikan imbal hasil maksimal kepada investor. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan membagikan dividen final senilai Rp 114 per saham dengan total Rp 4,32 triliun pada 30 Juni 2026.

Jika digabungkan dengan dividen interim yang telah disalurkan sebelumnya, total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 7,62 triliun atau Rp 201 per saham. Angka tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 100 persen dari laba bersih perusahaan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk disiplin perusahaan dalam mengelola alokasi modal serta keyakinan manajemen terhadap ketahanan operasional jangka panjang. Benjie menegaskan bahwa keseimbangan antara dividen optimal dan pertumbuhan kinerja menjadi fondasi strategis perusahaan ke depan.

Terkait prospek saham, analis pasar melihat UNVR berpeluang mencatat pemulihan bertahap seiring dengan fokus perusahaan pada inovasi produk dan efisiensi distribusi. Meski sentimen konsumsi domestik mulai stabil, tantangan berupa persaingan pasar yang ketat dan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya masih menjadi faktor risiko.

Saham UNVR kini dinilai cukup menarik bagi investor yang mencari instrumen defensif dengan arus kas dan dividen stabil. Analis merekomendasikan untuk menahan (hold) saham UNVR dengan target harga di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.200 per saham.

Hingga perdagangan Kamis (4/6/2026), harga saham UNVR ditutup pada level Rp 1.615 per saham, menguat 0,94 persen dari sesi sebelumnya. Secara tahun berjalan, performa saham ini tercatat terkoreksi sebesar 37,88 persen.

634618d176830b7a58eb2b69659e70a9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (TIC), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) siap membagikan dividen final tunai senilai Rp 2,31 per lembar saham atau Rp 7,25 miliar. Aksi korporasi ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Kamis (4/6/2026) harga saham MUTU telah naik 3,88% di Rp 107 per saham hingga pukul 13.32 WIB….