Ecozone

Alfamart Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp1,7 Triliun kepada Pemegang Saham

17
×

Alfamart Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp1,7 Triliun kepada Pemegang Saham

Sebarkan artikel ini
9f83b45d381fd6f9c01dfd6f990b927e.jpg
9f83b45d381fd6f9c01dfd6f990b927e.jpg

Tangerang – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) resmi membagikan dividen tunai senilai total Rp 1,7 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) perusahaan yang kini mencapai 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tomin Widian, menyatakan bahwa nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp 41,5 per lembar saham. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan rasio pembayaran dividen pada tahun sebelumnya yang berada di posisi 40 persen.

“Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah kinerja bisnis yang terus bertumbuh,” ujar Tomin usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham AMRT ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 3,41 triliun. Capaian tersebut tumbuh dibandingkan kinerja tahun 2024 yang membukukan pendapatan Rp 118,23 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,15 triliun.

Menurut Tomin, pertumbuhan tersebut didorong oleh efektivitas strategi promosi, pengelolaan data konsumen untuk loyalitas pelanggan, serta peningkatan transaksi melalui aplikasi Alfagift yang mengintegrasikan layanan omnichannel.

Di sisi lain, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira, mengakui adanya tantangan ekonomi yang kompleks, seperti inflasi dan penurunan daya beli masyarakat yang membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja. Meski demikian, perseroan tetap optimistis karena produk yang dipasarkan merupakan kebutuhan pokok dengan permintaan yang stabil.

Ke depan, perusahaan memfokuskan strategi untuk memperkuat segmen digital dan integrasi layanan omnichannel. Selain itu, Alfamart akan mengoptimalkan operasional rantai pasok serta logistik untuk memastikan ketersediaan barang dan merespons perubahan pola konsumsi pasar dengan lebih cepat.

Melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap tren belanja modern, perusahaan menargetkan penguatan posisi di industri ritel nasional sekaligus menjaga keberlangsungan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun 2026.

450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Sejumlah emiten BUMN Karya tampak berbenah kala hilal merger perusahaan pelat merah mulai terlihat. Terbaru, Danantara kini memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memperjelas hubungan kelembagaan dengan regulator BUMN, serta membuka peluang pembentukan lebih dari satu holding investasi maupun holding operasional. Hal itu kini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19…

dcac9f132923876f879b3cae675f2e0f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membidik pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi hingga akhir tahun 2026 dengan tetap menjaga volume penjualan dan tingkat penetrasi produk. Sayangnya, UNVR tidak membeberkan secara rinci nilai target kinerja keuangan hingga tutup akhir tahun 2026. Yang jelas, UNVR tetap memperkirakan adanya peningkatan margin secara moderat untuk sepanjang…