Jakarta – Berbagai wilayah di Indonesia menggelar serangkaian kegiatan kebudayaan dan aksi sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat luas pada Senin (20/7/2026) sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus menanggapi peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Dilansir dari Republika.co.id, peristiwa yang berlangsung di berbagai daerah ini mencakup kegiatan keagamaan, tradisi lokal, hingga penguatan perlindungan bagi generasi muda.
Di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, lebih dari seratus ribu jamaah memadati Alun-Alun Kabupaten Situbondo untuk melaksanakan Haul Masyayikh melalui lantunan selawat nariyah.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendoakan para ulama dan tokoh masyarakat yang telah wafat serta memohon kebaikan bagi bangsa.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa acara ini merupakan upaya untuk meneladani perjuangan para pendahulu.
“Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara, mendapatkan berkah, selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik,” kata Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Sementara itu, ribuan warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berpartisipasi dalam tradisi Memet Ikan di Kolam Desa Gemblegan dalam rangka merayakan HUT Ke-222 Kabupaten Klaten.
Salah satu peserta bernama Supriyadi mengaku berhasil menangkap sejumlah ikan dalam kegiatan tersebut.
“Tadi dapatnya bawal, lumayanlah, ada juga yang besar, dapat sekitar lima ekor,” kata Supriyadi.
Di Kota Bandarlampung, Wali Kota Eva Dwiana menekankan pentingnya acara Begawi Bandarlampung sebagai sarana pengenalan budaya daerah kepada generasi muda melalui Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya.
Bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan, lebih dari seribu warga mengikuti parade busana kebaya di Jembatan Ampera dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026.
Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, menjelaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan melestarikan budaya dan memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan.
“Gerakan berkebaya berjalan kaki dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Palembang ini secara nyata memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan,” kata Lana T Koentjoro.
Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi dalam pemenuhan hak anak.
Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa anak merupakan masa depan bangsa yang memerlukan perlindungan dan dukungan penuh.
“Menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli, mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak, anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus kita dukung agar dapat meraih cita-citanya,” kata Arifah Fauzi.







