Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tren pelemahan yang signifikan pada perdagangan hari Rabu, 24 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg per pukul 12.12 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 17.955 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 0,53 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang bertengger di level Rp 17.859 per dolar AS. Tren negatif ini terjadi di tengah kuatnya tekanan dari mata uang global terhadap dolar AS.
Kondisi pelemahan mata uang tidak hanya dialami oleh rupiah, tetapi juga merata di seluruh kawasan Asia. Mayoritas mata uang regional mencatatkan koreksi terhadap dolar AS pada sesi perdagangan siang hari ini.
Rupiah tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia yakni mencapai 0,53 persen. Tekanan tersebut diikuti oleh won Korea yang melemah sebesar 0,50 persen serta baht Thailand yang terkoreksi 0,44 persen.
Selain itu, peso Filipina dan dolar Taiwan turut mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,28 persen. Mata uang lainnya juga mencatatkan kinerja negatif meski dengan persentase yang lebih rendah.
Yuan China terpantau melemah 0,16 persen, disusul dolar Singapura yang terkoreksi 0,05 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong sama-sama melemah tipis sebesar 0,02 persen, dan rupee India melemah 0,004 persen.
Di sisi lain, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang di kawasan tersebut yang menunjukkan pergerakan stagnan terhadap dolar AS. Secara keseluruhan, sentimen pasar di Asia cenderung tertekan oleh penguatan dolar AS yang berkelanjutan.
Penguatan dolar AS ini terkonfirmasi melalui indeks dolar yang mengukur nilai tukar mata uang Paman Sam terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar saat ini berada di level 101,48, mengalami kenaikan dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di level 101,40.
Selain tekanan pada nilai tukar, pasar keuangan domestik juga mengalami guncangan pada sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok sebesar 1,62 persen ke level 6.002.
Beberapa saham yang masuk dalam kategori top losers dalam indeks LQ45 pada sesi pertama perdagangan Rabu ini antara lain BUMI, CUAN, dan AMMN. Pelemahan IHSG ini menjadi indikator tambahan mengenai tekanan sentimen yang tengah dihadapi pelaku pasar di dalam negeri.
Hingga tengah hari, volatilitas di pasar keuangan masih terus dipantau oleh para pelaku pasar. Pelemahan rupiah yang melampaui mata uang regional lainnya menempatkan mata uang domestik pada posisi yang cukup rentan di tengah penguatan indeks dolar AS yang terus berlanjut.







