Ecozone

IHSG Sesi Pertama Anjlok 1,62 Persen ke Level 6.002

14
×

IHSG Sesi Pertama Anjlok 1,62 Persen ke Level 6.002

Sebarkan artikel ini
fc46852701752cc2fe4a8499d8752692.jpg
fc46852701752cc2fe4a8499d8752692.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (24/6). Indeks utama pasar modal domestik tersebut ditutup anjlok dan harus parkir di zona merah pada level 6.002,2.

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 99,13 poin atau setara dengan koreksi 1,62 persen. Penurunan tajam ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang mencatatkan nilai transaksi moderat sebesar Rp6,74 triliun.

Secara keseluruhan, volume perdagangan saham pada sesi pertama ini tercatat mencapai 12,23 miliar lembar saham. Adapun frekuensi transaksi yang terjadi di pasar modal tercatat sebanyak 1,05 juta kali sepanjang sesi berlangsung.

Di tengah pelemahan indeks secara umum, sejumlah saham tetap mampu mencatatkan kenaikan harga yang signifikan atau masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW) memimpin penguatan dengan kenaikan 300 poin atau 24,79 persen ke level 1.510.

Selanjutnya, saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) menyusul dengan kenaikan 315 poin atau 23,86 persen ke level 1.635. Saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) juga menguat 14 poin atau 21,88 persen ke level 78, diikuti oleh PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) yang naik 285 poin atau 20,00 persen ke level 1.710, serta PT Natura City Developments Tbk (CITY) yang naik 23 poin atau 14,47 persen ke level 182.

Sebaliknya, tekanan jual yang masif menimpa beberapa emiten yang masuk dalam kategori top losers. Saham PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) tertekan 40 poin atau 12,74 persen ke level 274, diikuti PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang merosot 690 poin atau 12,66 persen ke level 4.760.

Emiten lainnya yang mengalami koreksi tajam meliputi PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) yang turun 185 poin atau 12,54 persen ke level 1.290. Kemudian, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 65 poin atau 10,16 persen ke level 575, dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) terkoreksi 125 poin atau 10,04 persen ke level 1.120.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp595,49 miliar. Disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp477,65 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp446,44 miliar.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp309,91 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai Rp298,32 miliar.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi pada siang hari ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat mengalami pelemahan sebesar 1,85 persen ke level 68.498,34. Indeks SSE Composite di China juga bergerak negatif dengan penurunan 0,25 persen ke level 4.096,14.

Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,04 persen ke level 23.344,67. Tren positif juga terjadi pada indeks Straits Times di Singapura yang naik sebesar 0,17 persen ke level 5.214,64.

ff1001ca7b07a98613f1d2844d4a8b94.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa saham Indonesia mendapat napas tambahan setelah penyedia indeks global MSCI menunda evaluasi status pasar modal Indonesia hingga November 2026. Namun, penundaan ini belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor yang telah meninggalkan pasar domestik sepanjang tahun ini. MSCI memutuskan memperpanjang masa peninjauan selama lima bulan dan mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging market)…

0c01e8520981e2e162a3ba12ae5f3040.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rupiah spot terus melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026) siang. Mengutip Bloomberg, pukul 12.12 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.955 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,53% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.859 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS siang ini. Rupiah mencatat pelemahan terdalam yakni 0,53%, disusul won Korea yang melemah 0,50%, baht Thailand melemah 0,44%,…

03f093ba337f0281668c8257eb65de27.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Penyedia indeks global MSCI menyatakan akan memperpanjang peninjauan status Indonesia sebagai ekonomi emerging market (pasar negara berkembang) dan mungkin akan mempertimbangkan opsi termasuk klasifikasi ulang ke status frontier (perbatasan), jika kemajuan tidak mencukupi pada peninjauan November. Mengutip Reuters, Rabu (24/6/2026), penyedia indeks global tersebut mengisyaratkan kekhawatiran dari investor institusional…