Berita

Raymond/Joaquin Bidik Gelar Japan Open 2026 Hadapi Ganda Putra Malaysia

27
×

Raymond/Joaquin Bidik Gelar Japan Open 2026 Hadapi Ganda Putra Malaysia

Sebarkan artikel ini
daaeefcfafdbf3c5082bbce78736ec79.jpg
daaeefcfafdbf3c5082bbce78736ec79.jpg

Jakarta – Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin dijadwalkan memulai rangkaian tur Asia mereka melalui turnamen Japan Open 2026 yang akan diselenggarakan di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Selasa (14/07/2026).

Dilansir dari BolaSport.com, partisipasi dalam kejuaraan tersebut menjadi langkah awal bagi pasangan ini sebelum melanjutkan kompetisi ke China Open 2026 serta Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di India pada bulan Agustus mendatang.

“Persiapan sejak Japan Open 2026 biasa saja, ada latihan fisik,” kata Raymond.

“Pastinya untuk turnamen tingkat atas tidak ada yang mudah, diikuti pemain top 10 dan jauh lebih berpengalaman, evaluasinya sudah ada dari pelatih dan semoga hasil pada Japan Open ini bisa lebih baik dari turnamen sebelumnya,” ucap Joaquin.

“Tidak mudah untuk menang karena ini turnamen tingkat tinggi, jadi kami kerja keras terus saja sampai dapat gelar,” tambah Joaquin.

Pasangan ini sebelumnya harus puas meraih posisi sebagai runner-up pada turnamen Indonesia Open 2026.

Raymond dan Joaquin saat ini tercatat sebagai salah satu pasangan yang dipersiapkan oleh PBSI untuk menghadapi ajang Olimpiade Los Angeles 2028.

“Menjelang persiapan tersebut tidak ada penanganan khusus, latihan kami sama saja dan program sudah ada,” tutur Joaquin.

“Memang persiapan jangka panjang, tetapi ke depan masih ada pertandingan seperti ke China,” lanjut Joaquin.

“Sambil menabung untuk Olimpiade, kami juga fokus pada turnamen yang ada di depan dulu,” ungkap Joaquin.

“Yang membedakan ada persiapan untuk ke Jepang dan China, ada juga yang ke Taiwan dan Korea beda programnya,” jelas Joaquin.

“Habis itu kejuaraan dunia, pastinya ingin medali karena bentuknya beda, segitiga, saya tampil pada kejuaraan dunia saat masih junior,” ujar Joaquin.

“Sekarang ada kesempatan main di senior pastinya ingin menunjukkan kalau bisa podium,” tambah Joaquin.

“Sama saya juga targetnya ingin dapat medali pada kejuaraan dunia,” ujar Raymond.

“Sama saja, mau main All England atau apa yang penting maksimal saja,” tutur Raymond.

“Saya lebih fokus ke medali, tetapi lawan sama saja seperti turnamen sebelumnya,” kata Joaquin.

“Hal yang membedakan adalah negaranya beda, lapangannya beda, dan medalinya lebih bergengsi lagi, jadi nanti akan seru,” ujar Joaquin.

“Negara lain bongkar pasang pemain pastinya sama-sama bagus, walaupun kita belum tahu permainannya seperti apa tetapi sudah ada gambaran dari pasangan sebelumnya,” aku Joaquin.

“Pasti perlu diwaspadai juga kebiasaannya sama, kebiasaan individu,” ujar Joaquin.

“Kalau terganggu dengan bongkar pasang pemain tidak, sama seperti pemain sebelumnya, bedanya chemistry-nya mereka bagaimana yang kami belum tahu karena baru berpasangan,” ucap Joaquin.

“Namun dari kebiasaan individu sama semua,” kata Joaquin.

“Kami belum pernah bertemu Aaron Tai, tentunya akan menarik, ditunggu ya Aaron Tai,” kata Joaquin.