Berita

Ratusan Ribu Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara Pasca Gencatan Senjata

77
×

Ratusan Ribu Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara Pasca Gencatan Senjata

Sebarkan artikel ini
7d884e9695a108bf2be4a3cbf4344592.jpg
7d884e9695a108bf2be4a3cbf4344592.jpg

Gaza – Sekitar 200.000 warga Palestina mulai kembali ke kota dan desa mereka di Gaza utara setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Ribuan orang memadati jalanan, berjalan kaki atau berkendara, menuju rumah-rumah mereka yang sebagian besar telah hancur.

Pergerakan massal ini terpantau padat di sepanjang jalan Al-Rashid dan Salah al-Din. Jeda pertempuran ini juga bertepatan dengan penarikan sebagian pasukan Israel dari wilayah Gaza, sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian damai dengan Hamas.

Setelah dua tahun serangan udara tanpa henti, warga menelusuri reruntuhan rumah mereka. Banyak di antara mereka yang menggali puing-puing untuk mencari anggota keluarga yang hilang dan jenazah korban.

Dalam beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, setidaknya 135 jenazah ditemukan di berbagai lokasi di Gaza. Puluhan korban lainnya teridentifikasi di rumah sakit, termasuk 43 di Rumah Sakit al-Shifa dan 60 di al-Ahli Arab di Kota Gaza. Jenazah lain dibawa ke fasilitas medis di Nuseirat, Deir el-Balah, dan Khan Younis.

Tim medis menyebut 19 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada Jumat pagi, beberapa jam sebelum gencatan senjata berlaku. Di antara korban, 16 anggota keluarga Ghaboun meninggal setelah rumah mereka di selatan Kota Gaza hancur akibat bom. Belum jelas apakah sebagian serangan terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata resmi diberlakukan pada tengah hari.

Jeda pertempuran ini memungkinkan tim penyelamat menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat pengepungan. Para penyintas di distrik Zeitoun, Kota Gaza, pulang membawa barang seadanya. Sebuah laporan PBB menyebutkan lebih dari 90 persen bangunan rusak atau hancur dan layanan dasar lumpuh di wilayah tersebut.

Bersamaan dengan berlakunya gencatan senjata, otoritas penjara Israel mulai memindahkan tahanan Palestina yang akan dibebaskan sesuai kesepakatan. Tahanan dari Gaza atau yang akan diusir melalui perbatasan Rafah dipindahkan ke Penjara Ketziot di Negev, sementara tahanan dari Tepi Barat dikirim ke Penjara Ofer dekat Ramallah.

Pemindahan ini dimulai sejak Jumat malam sebagai bagian dari persiapan pertukaran tahanan yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pejabat Israel menegaskan masih ada sekitar 12.000 warga Palestina yang ditahan, termasuk 700 di bawah tahanan militer dan 4.000 lainnya tidur tanpa ranjang di sel.

Militer Israel juga memerintahkan larangan perayaan pembebasan tahanan. Kepala Komando Pusat Avi Blot meminta pasukannya untuk mencegah acara penyambutan di kota-kota Palestina. Dinas intelijen Shin Bet berencana melakukan pembicaraan peringatan dengan keluarga tahanan untuk mencegah mereka menggelar acara publik.

Sebuah badan PBB untuk Pengungsi Palestina menyerukan agar seluruh jalur masuk ke Gaza dibuka, dengan menyebut 6.000 truk bantuan siap dikirim dalam hitungan jam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sandera Israel yang ditahan di Gaza akan dibebaskan pada Senin mendatang.