KulineRUN

Rakor Bahas Makan Bergizi Gratis, Enam Poin Kesepakatan Tercapai

120
×

Rakor Bahas Makan Bergizi Gratis, Enam Poin Kesepakatan Tercapai

Sebarkan artikel ini
6e21529265667a26392eae7a0c32ac42.jpg
6e21529265667a26392eae7a0c32ac42.jpg

Jakarta – Pemerintah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian untuk membahas penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG). Rapat berlangsung di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rapat ini merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto, menyusul meluasnya kasus keracunan MBG.

Rapat yang berlangsung hampir tiga jam itu dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Hadir pula Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

“Kemarin Bapak Presiden setibanya di Tanah Air langsung memimpin beberapa menteri untuk mengadakan rapat,” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Minggu (29/9/2025).

Enam Poin Perbaikan Program MBG

Zulkifli Hasan memaparkan enam poin perbaikan yang disepakati dalam rapat tersebut:

1. Pemerintah akan menutup satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bermasalah selama evaluasi dan investigasi.
2. Pemerintah akan mengevaluasi kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan juru masak di seluruh SPPG.
3. SPPG diwajibkan untuk sterilisasi seluruh alat makan dan memperbaiki proses sanitasi, khususnya kualitas dan alur limbah.
4. Presiden menginstruksikan semua kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan program MBG untuk aktif mengawasi program ini.
5. Pemerintah akan mewajibkan semua dapur MBG memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi (SLHS).
6. Pemerintah akan memberdayakan puskesmas dan unit kesehatan sekolah (UKS) untuk memantau SPPG secara rutin.

Konferensi pers ditutup tanpa sesi tanya jawab.

Ribuan Siswa Keracunan

Hingga pekan keempat September 2025, program makan bergizi gratis telah menyebabkan lebih dari 6.000 siswa keracunan. Kasus teranyar terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan 1.309 korban.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan segera memanggil jajaran BGN dan mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program MBG.

“Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita, yang sering sulit makan. Mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam,” ujar Prabowo, Sabtu (27/9/2025). Ia juga mengingatkan agar kasus keracunan MBG tidak dipolitisasi.

bbc4f18b83e39aa7940e1e95a4e73877.jpg
KulineRUN

Belakangan ini, daging grass-fed semakin sering dibicarakan karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding daging biasa. Di media sosial, istilah ini bahkan kerap dikaitkan dengan pola makan sehat hingga gaya hidup premium untuk hewan ternak. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah daging grass-fed memang benar lebih bergizi a…