Berita

PSEL Jatibarang Ubah Sampah Jadi Energi, Bebaskan Lahan Luas

95
×

PSEL Jatibarang Ubah Sampah Jadi Energi, Bebaskan Lahan Luas

Sebarkan artikel ini
proyek-sampah-jadi-listrik-sterilkan-90-hektare-lahan-di-tpa-jatibarang
proyek sampah jadi listrik sterilkan 90 hektare lahan di tpa jatibarang

Semarang – Pemkot Semarang tidak akan mendapatkan pendapatan dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Jatibarang.

Namun, proyek ini diharapkan dapat membebaskan 90 hektare lahan dari tumpukan sampah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan bahwa PSEL membutuhkan 1.000 ton sampah per hari.

“Kita dapat benefit bahwa 3 juta ton sampah yang mining, yang kayak tambang itu, habis. Kemudian setiap hari 1.000 (ton sampah) kiriman itu habis,” kata Agustina, Jumat (30/1/2026).

“Jadi dibayangkan bahwa kita nanti akan punya 90 hektare tanah di Jatibarang sana kosong,” lanjutnya.

Pemkot Semarang telah menyiapkan berbagai aspek teknis penunjang PSEL.

Termasuk penyediaan lahan, truk pengangkut, hingga bantuan pasokan sampah dari daerah tetangga, Kendal.

“Sekarang tinggal menunggu dari Danantara,” ujarnya.

Agustina menekankan pentingnya proyek PSEL untuk mengurangi beban TPA Jatibarang.

Pemkot Semarang telah menambah lahan seluas 11 hektare di TPA tersebut.

“Setiap tahun kita punya sampah, kalau setiap hari 1.000 ton, berarti jumlah satu tahun kan 365 ribu ton,” katanya.

“Kalau dua tahun 700 ribu ton lebih. Sementara mining yang ada di TPA itu sudah 3 juta (ton) sekarang. PSEL ini harus jalan, tidak bisa menunggu,” tegasnya.

Jika PSEL tertunda, gunungan sampah di TPA Jatibarang akan terus bertambah.

Saat ini, TPA Jatibarang telah menerapkan sistem sanitary landfill.

Agustina mengatakan, dibutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk melakukan penguburan sampah di lahan yang sama.

Pembangunan infrastruktur untuk PSEL di TPA Jatibarang diperkirakan akan dimulai pada April 2026.

Proyek PSEL diperkirakan akan berjalan sekitar 18 bulan setelah proses ground breaking.