Berita

Gagal di Piala Dunia, Pelatih Hong Myung-bo Ditolak Sejumlah Restoran

9
×

Gagal di Piala Dunia, Pelatih Hong Myung-bo Ditolak Sejumlah Restoran

Sebarkan artikel ini
2d2f1cfbc309ae701d7eac47200e9eb0.jpg
2d2f1cfbc309ae701d7eac47200e9eb0.jpg

Seoul, Fenesia.com – Fenomena penolakan terhadap pelatih Hong Myung-bo oleh sejumlah pemilik tempat usaha di Korea Selatan kini menjadi simbol puncak kekecewaan publik pasca kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2026.

Gelombang protes tersebut memuncak setelah Taeguk Warriors dipastikan tersingkir lebih awal dari turnamen bergengsi itu.

Kegagalan melaju ke babak 32 besar memicu reaksi keras dari para pendukung yang merasa tidak puas dengan performa tim di bawah asuhan pelatih tersebut.

Ketidakpuasan itu meluas hingga ke ranah ruang publik, di mana pengelola restoran dan kafe secara terang-terangan melarang kehadiran sang pelatih di tempat mereka.

Sebuah restoran di Provinsi Gyeonggi bahkan memasang papan bertuliskan “No Entry” atau “Dilarang Masuk” yang ditujukan khusus kepada Hong Myung-bo, ujarnya dikutip dari The Chosun Daily pada Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, aksi serupa juga dilakukan oleh pemilik kafe di Distrik Mapo, Seoul, yang mengunggah foto larangan masuk serupa melalui media sosial.

Pemilik kafe tersebut menegaskan bahwa meski kecil kemungkinan sang pelatih datang ke tempatnya, rasa kecewanya terhadap hasil tim nasional masih sangat besar.

Aksi simbolis ini kemudian diikuti oleh beberapa minimarket yang memasang tulisan “Hong Myung-bo No Entry” di depan toko mereka.

Bahkan, pesan bernada sindiran serupa tampak menghiasi badan bus mini yang beredar luas di berbagai platform digital di Korea Selatan.

Pesan tersebut secara spesifik bertuliskan “Hong Myung-bo No Entry! Service Refusal!” dan “Hong Myung-bo Dilarang Masuk! Tidak Akan Dilayani”.

Menurut laporan SBS, berbagai meme dan unggahan bernada satire mengenai Hong Myung-bo kini terus menghiasi forum-forum daring di negara tersebut.

Salah seorang pemilik restoran mengaku papan larangan masuk tersebut dipasang sebagai bentuk kekecewaan terhadap penampilan tim nasional.

Ia menyebut tindakan itu dimaksudkan sebagai lelucon yang dapat menghibur para pelanggan di tengah suasana duka sepak bola nasional.

Puncak tekanan publik terjadi setelah Korea Selatan menelan kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir penyisihan grup, Kamis (25/6/2026).

Hasil minor tersebut menempatkan Korea Selatan di posisi ke-10 dari 12 tim peringkat ketiga terbaik, sehingga gagal memperebutkan tiket ke babak 32 besar.

Situasi tersebut mencatatkan sejarah buruk bagi sepak bola Korea Selatan yang harus tersingkir di fase grup sejak terakhir kali mengalaminya pada edisi 2018.

Hong Myung-bo akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya pada Minggu (28/6/2026), sehari setelah kepastian tim tersingkir dari kompetisi.

Ia kemudian tiba di Bandara Internasional Incheon pada 30 Juni 2026 di tengah sorotan tajam dari para penggemar.

Banyak warganet di forum daring melabeli pria tersebut sebagai salah satu juru taktik terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan.

Kritik tajam itu juga merujuk pada catatan buruknya saat memimpin tim di Piala Dunia 2014, di mana ia hanya mampu meraih satu hasil imbang.

Publik menilai kegagalan ini merupakan buntut dari proses penunjukan pelatih yang dianggap tidak memiliki visi jelas serta mengabaikan prinsip profesionalisme.