Jakarta – Prilly Latuconsina telah memerankan karakter Risa Saraswati selama hampir satu dekade dalam film horor Danur. Film ini menjadi titik balik dalam kariernya.
Sejak film pertama, Danur: I Can See Ghost (2017), Prilly terus menjadi tokoh utama. Hingga film penutup, Danur The Last Chapter, yang akan tayang saat Lebaran 2026.
Prilly mengatakan Danur sangat penting dalam kariernya di industri film Indonesia.
Film ini membawanya keluar dari citra aktris sinetron. Sekaligus membuka jalan ke dunia perfilman yang lebih luas.
“Danur pastinya memengaruhi karier saya, karena saya waktu itu kan dari sinetron,” kata Prilly di Jakarta, baru-baru ini.
“Saat itu nggak banyak yang yakin kalau saya bisa acting karena pada saat itu (sekitar 10 tahun lalu) stigma bahwa aktor sinetron nggak pantas di film itu ada loh. Tapi karena Danur, akhirnya stigma itu berubah.”
Kesuksesan Danur: I Can See Ghost yang meraih lebih dari satu juta penonton menjadi awal karier Prilly.
Setelah itu, ia kembali membintangi dua sekuel Danur dan berbagai film layar lebar lainnya.
Di usia 29 tahun, Prilly bahkan pernah menjadi ketua pelaksana Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Meski kini identik dengan Danur, Prilly mengaku sempat ragu saat pertama kali ditawari film tersebut.
Saat itu, film horor Indonesia dinilai kurang baik. Karena banyaknya produksi dengan cerita yang kurang berkualitas.
“Saya ingat banget pas saya ditawari Danur, saya tuh lumayan agak kayak ‘Ini film Danur kayak yang kemarin-kemarin (film-film lain) nggak ya, yang banyak kontroversial dan adegan-adegan yang nggak layak ada di film horor gitu’,” terang Prilly.
“Jujur saya takut, karena saya nggak bisa adegan gitu dan akhirnya dijelasin kalau ‘Nggak kok ini beda’.”
Aktris kelahiran Tangerang ini juga tak menyangka akan terlibat dalam proyek Danur selama hampir 10 tahun.
Selama itu, publik sering menilai Prilly mirip dengan Risa Saraswati yang ia perankan.
Ia pun terkejut melihat perkembangan Danur dari buku menjadi semesta film horor dengan banyak penggemar.
“Aku nggak nyangka Danur tuh bisa punya universe sebesar ini dan alhamdulillah universe-nya juga punya penonton yang cukup setia dan terus menunggu kelanjutan-kelanjutannya bahkan cerita-cerita spin-off yang ada di dalamnya gitu,” tukas Prilly.
“Agak nyangka sedikit karena penggemar bukunya banyak, tapi nggak nyangka ternyata si penggemar buku itu bisa terus bertumbuh menjadi penggemar penonton Danur juga di bioskop yang akhirnya sukses.”













