Showbiz

Kisah Perjalanan Karier Ernie Djohan, Sang Legenda Pop Indonesia Era 1960-an

6
×

Kisah Perjalanan Karier Ernie Djohan, Sang Legenda Pop Indonesia Era 1960-an

Sebarkan artikel ini
kisah-ernie-djohan,-ratu-pop-era-1960-an-yang-pernah-hibur-tamu-negara-era-soekarno,-apa-kabarnya-sekarang?
kisah ernie djohan, ratu pop era 1960 an yang pernah hibur tamu negara era soekarno, apa kabarnya sekarang?

Jakarta – Ernie Djohan melegenda sebagai ikon musik pop Indonesia berkat tembang abadi “Teluk Bayur” yang terus dikenang lintas generasi.

Penyanyi kelahiran 6 April 1951 ini telah merintis karier di dunia tarik suara sejak usia belia.

Putri dari pasangan diplomat H.M. Djohan Bakhaharudin dan Siti Zanidar Djohan ini menunjukkan bakat seni yang menonjol sejak kecil.

Ernie mengawali kiprah profesionalnya dengan menjuarai ajang All Singapore’s School Talentime pada 1962 saat baru berusia 11 tahun.

Prestasi tersebut mengantarkannya melakukan rekaman perdana di Phillips Recording Company, Singapura.

Pengalaman menyanyikan lagu berbahasa Inggris di luar negeri menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di Tanah Air.

Puncak popularitasnya tercapai saat ia merilis lagu “Teluk Bayur” karya Zaenal Arifin pada 1966.

Kala itu, Ernie yang baru berusia 15 tahun berhasil memikat publik luas melalui penghayatan mendalam dalam lagu tersebut.

Hingga kini, “Teluk Bayur” tetap menjadi identitas musikal yang melekat erat pada sosok sang penyanyi.

Nama Ernie kian melambung di kancah musik nasional berkat deretan lagu hit lainnya.

Karya-karya populer tersebut meliputi “Kau Selalu di Hatiku”, “Senja di Batas Kota”, hingga “Mutiara yang Hilang”.

Popularitasnya pun semakin kokoh lewat lagu “Kenangan Manis Mesti Berlalu”, “Berikan Daku Jawaban”, dan “Mengapa Tiada Maaf”.

Kiprahnya berlanjut dengan berbagai nomor populer lain, seperti “Jangan Biarkan Ku Sendiri”, “Jauh di Mata Dekat di Hati”, “Kunang-Kunang”, hingga “Gambang Semarang”.

Deretan kesuksesan tersebut mengukuhkan posisi Ernie Djohan sebagai penyanyi papan atas Indonesia sepanjang era 1960-an hingga 1980-an.