Hukum dan Kriminal

Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Kasus Bocah Terperosok Lubang Proyek Manggarai

47
×

Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Kasus Bocah Terperosok Lubang Proyek Manggarai

Sebarkan artikel ini
bd53a2d35c49a95838ebdd7f5d6a592c.jpg
bd53a2d35c49a95838ebdd7f5d6a592c.jpg

Jakarta Selatan – Aparat kepolisian kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan kelalaian dalam insiden tewasnya seorang bocah laki-laki berusia empat tahun di area proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04, Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Penyelidikan difokuskan untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran prosedur operasional standar dalam pengamanan lokasi proyek yang berujung pada kecelakaan fatal tersebut.

Kapolsek Tebet, AKP Ischak, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan berbagai bukti fisik serta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Proses hukum ini dijalankan secara objektif untuk memastikan apakah ada pihak yang harus bertanggung jawab atas keamanan area proyek yang terbuka bagi akses publik.

“Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Ischak, Senin (29/6).

Hingga saat ini, penyebab spesifik kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.

Kepolisian mengalami kendala dalam proses identifikasi medis lebih lanjut karena pihak keluarga korban secara tegas menolak tindakan autopsi terhadap jenazah.

“Terkait penyebab meninggalnya korban, kami belum dapat menyampaikan karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” tambah Ischak.

Tragedi memilukan tersebut bermula pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.40 WIB.

Korban dilaporkan sedang bermain bersama rekan-rekan sebayanya di sekitar area proyek sebelum akhirnya terjatuh ke dalam lubang sempit.

Lubang tersebut memiliki kedalaman yang cukup ekstrem, yakni berkisar antara 3,5 hingga 4 meter dengan diameter permukaan sekitar 30×30 sentimeter.

Sesaat setelah kejadian, rekan korban segera mencari bantuan kepada petugas yang berada di Poskotis Manggarai.

Merespons laporan warga, pihak kepolisian bersama tim evakuasi gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan darurat.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh tantangan mengingat sempitnya akses lubang proyek tersebut.

Korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar lubang pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.55 WIB.

Tim medis yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Namun, upaya penyelamatan medis tidak membuahkan hasil dan nyawa balita tersebut dinyatakan tidak tertolong.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai standar keamanan pada proyek pembangunan di area pemukiman warga.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.