Bandung – Persib Bandung resmi mencatatkan sejarah baru sebagai klub pertama yang menjuarai kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia selama tiga musim berturut-turut. Keberhasilan ini dirayakan ribuan warga yang memadati berbagai sudut Kota Bandung pada Sabtu malam, tak lama setelah laga pamungkas kontra Persijap Jepara berakhir.
Euforia kemenangan tampak memuncak di sejumlah titik strategis, seperti persimpangan Jalan Braga-Naripan, Jalan Wastukencana, hingga kawasan Jalan Cihampelas. Warga dari berbagai kalangan usia tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan gelar juara sambil menyalakan kembang api dan meneriakkan yel-yel kemenangan.
Gelar juara tahun ini dipastikan setelah Persib menahan imbang Persijap Jepara tanpa gol di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Hasil imbang tersebut memberikan tambahan satu poin yang membawa Maung Bandung mengoleksi total 79 poin di puncak klasemen akhir.
Meski Borneo FC Samarinda juga mengumpulkan poin yang sama setelah menang besar atas Malut United, Persib tetap berhak atas trofi juara berkat keunggulan rekor head-to-head. Pencapaian ini sekaligus melampaui rekor Bali United yang sebelumnya sempat mendominasi liga.
Keberhasilan Persib musim 2025/2026 disebut sebagai mahakarya taktik pelatih Bojan Hodak. Meskipun sempat melewati fase transisi akibat hengkangnya sejumlah pilar utama, strategi manajemen dan tim pelatih berhasil menjaga konsistensi performa tim.
Kombinasi pemain anyar seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Adam Alis sukses membawa warna baru dalam permainan kolektif Persib. Di bawah komando Bojan Hodak, Maung Bandung tampil sebagai tim yang sangat solid dengan catatan pertahanan paling kokoh, yakni hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim serta mencatatkan rekor tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan.







