Sachsenring, Jerman – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan hari pertama seri ke-11 MotoGP Jerman 2026, Jumat (10/7/2026), sekaligus menegaskan dominasinya di sirkuit yang memiliki karakteristik tikungan kiri yang menantang tersebut.
Dilansir dari Crash.net, Marc Marquez secara terbuka menyatakan bahwa dirinya masih harus melakukan perbaikan pada simulasi kecepatan lomba meskipun saat ini memimpin catatan waktu satu putaran.
“Kalau dalam kecepatan satu lap, ya saya paling cepat, akan tetapi dalam pace balapan, saya masih harus meningkatkan beberapa hal,” kata Marc Marquez.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Marc Marquez memiliki rekam jejak yang sangat kuat di sirkuit ini dengan total 12 kemenangan sejak musim 2010.
Dominasi tersebut membuat kegagalan Marc Marquez untuk bersaing di Sachsenring pada musim 2023 sempat diisukan sebagai salah satu faktor pendorong keputusannya untuk meninggalkan tim Honda.
Dalam sesi latihan tersebut, Marc Marquez menunjukkan konsistensi yang impresif dengan mencatatkan waktu 1:21,370 detik menggunakan kombinasi ban hard-medium yang telah menempuh 16 putaran.
Performa stabil juga ditunjukkan oleh Alex Marquez dari tim BK8 Gresini Racing yang mampu mencatatkan waktu 1:21,436 detik dengan kondisi ban yang serupa.
Namun, Marc Marquez justru menunjuk Fabio Di Giannantonio dari tim Pertamina Enduro VR46 sebagai pembalap dengan ritme terbaik saat ini.
Fabio Di Giannantonio tercatat mampu menorehkan lima putaran beruntun dengan durasi di bawah 1:21,3 detik selama sesi berlangsung.
Menanggapi penilaian tersebut, Fabio Di Giannantonio melalui GPone.com tetap menganggap Marc Marquez sebagai unggulan utama karena keunggulan teknis di Tikungan 4.
Marc Marquez merespons pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa para pesaingnya cenderung menghindari tekanan dengan saling melemparkan status favorit juara.
“Ya itu karena dia tidak menyukai tekanannya, lebih mudah dengan cara itu,” kata Marc Marquez.
Sebagai juara bertahan, Marc Marquez menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap dirinya di Sachsenring sangat tinggi dan setara dengan status Rafael Nadal di ajang Roland Garros.
Menurut Marc Marquez, kegagalan untuk meraih kemenangan di lintasan favoritnya ini akan selalu menjadi sorotan utama di media massa dibandingkan dengan keberhasilan pembalap lain.
Sikap rendah hati yang sering ditunjukkan Marc Marquez sebelumnya sempat dikritik oleh Pedro Acosta sebagai tindakan yang tidak mencerminkan potensi asli di lintasan balap.
Terlepas dari berbagai komentar tersebut, performa Marc Marquez pada hari pertama ini tetap menjadi acuan utama bagi seluruh tim yang berkompetisi di MotoGP Jerman 2026.







