Jakarta – Pemerintah membidik swasembada gula, telur, dan daging ayam pada 2026 mendatang. Target ambisius ini menyusul optimisme pemerintah dalam mencapai kemandirian beras dan jagung pada akhir 2025.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan, pemenuhan kebutuhan gula nasional menjadi fokus utama setelah beras dan jagung.
“Tahun ini swasembada beras sama jagung, tahun depan kita pertahankan. Ke depan, Presiden menginginkan kita swasembada gula,” tegas Sudaryono di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan dua program besar untuk merealisasikan target tersebut.
Selain peningkatan produksi gula, Kementan juga akan mempercepat swasembada protein melalui telur dan daging ayam.
Sudaryono menjelaskan, produksi telur dan ayam akan difokuskan di luar Pulau Jawa. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri.
“Presiden menginginkan setiap pulau dan provinsi memiliki ketahanan pangan sendiri,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, langkah ini juga untuk mencegah potensi kekurangan pasokan pangan di masa depan.
Kementan telah menyiapkan program pengembangan peternakan telur dan ayam di 13 provinsi di luar Jawa serta Jawa Timur. Program ini melibatkan BUMN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan peternak lokal.
Pemerintah juga mendorong hilirisasi pertanian pada 11 komoditas hortikultura dan perkebunan. Tujuannya adalah meningkatkan ekspor produk olahan bernilai tambah tinggi ke pasar global.
“Mulai tahun ini, ada hilirisasi pertanian khususnya untuk komoditi hortikultura dan perkebunan. Ada 11 komoditi,” jelas Sudaryono. Komoditas tersebut antara lain kelapa dalam, kelapa sawit, kakao, kopi, pala, lada, dan gambir.
Sudaryono menegaskan, pertanian adalah sektor unggulan Indonesia yang kompetitif, menyerap banyak tenaga kerja, inklusif, dan berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan Indonesia akan segera mengumumkan swasembada beras dan jagung pada akhir 2025.
Zulhas memproyeksikan produksi padi meningkat signifikan dari 30 juta ton pada 2024 menjadi 34,7 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog juga mencapai 4 juta ton, memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terpenuhi tanpa impor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengumumkan swasembada pangan untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung pada 31 Desember 2025.







