Manchester – Jose Mourinho, mantan pelatih Manchester United, angkat bicara mengenai pemecatan Ruben Amorim dari kursi kepelatihan klub berjuluk Setan Merah itu. Menurut Mourinho, hanya Amorim yang benar-benar memahami alasan di balik kepergiannya.
Pemecatan Amorim pada awal pekan ini memicu berbagai spekulasi. Mourinho, yang juga pernah merasakan pahitnya dipecat dari Old Trafford, memberikan pandangannya sebagai sesama pelatih asal Portugal.
“Apa yang terjadi dengan Rúben adalah sesuatu yang hanya Rúben yang bisa analisis,” ujar Mourinho kepada media Portugal, O Jogo.
Mourinho yakin Amorim akan melakukan evaluasi mendalam terhadap situasinya. Namun, ia tidak yakin apakah Amorim akan membagikan pandangannya kepada publik.
Terkait potensi tekanan bagi pelatih muda Portugal lainnya akibat pemecatan Amorim, Mourinho menepis anggapan tersebut. “Saya tidak mengerti mengapa hal itu akan terjadi. Bagi saya, tidak, saya tidak merasakannya seperti itu,” tegasnya.
Mourinho sendiri bukan orang asing dengan pemecatan. Ia juga pernah mengalami hal serupa di Manchester United setelah dua setengah tahun memimpin tim.
Meskipun demikian, Mourinho enggan membandingkan pengalamannya dengan situasi yang dihadapi Amorim saat ini. “Karier saya di Manchester United, saya sangat mengenalnya. Saya juga tahu alasan mengapa saya akhirnya pergi,” katanya.
“Namun seperti yang selalu saya lakukan, ketika saya meninggalkan sebuah klub, saya menutup pintu dan kemudian saya tidak memberikan komentar. Saya tidak menganalisis secara eksternal apa yang terjadi.”
Mourinho tetap optimis bahwa pemecatan bukanlah akhir dari segalanya bagi Amorim. “Satu pintu tertutup dan pintu lain akan terbuka. Itulah yang terjadi ketika saya pergi. Sejarah tetap di sana, angka-angka tetap di sana, tiga medali kembali ke rumah dan hanya itu.”
Selama menangani Manchester United dari Mei 2016 hingga Desember 2018, Mourinho berhasil meraih Community Shield, Piala FA, dan Piala Liga.
Setelah pemecatan Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai penggantinya. Kini, nama Solskjaer kembali mencuat sebagai kandidat manajer interim, bersaing dengan Michael Carrick dan Darren Fletcher.







