Ecozone

DPR Gelar Rapat Tertutup Bersama Bos Himbara, Bahas Isu Strategis

14
×

DPR Gelar Rapat Tertutup Bersama Bos Himbara, Bahas Isu Strategis

Sebarkan artikel ini
341e69d1abd1baf0da346328b26605b3.jpg
341e69d1abd1baf0da346328b26605b3.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Seluruh jajaran direksi utama bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memenuhi panggilan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (6/7).

Pertemuan tersebut difokuskan untuk membedah mekanisme penyaluran dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah serta efektivitas pemberian kredit di sektor perbankan nasional.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memimpin langsung jalannya rapat yang dilakukan secara tertutup hingga pukul 17.45 WIB.

Kebijakan rapat tertutup diambil karena Komisi XI menilai isu penyaluran kredit perbankan saat ini memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi.

Pihak legislatif merasa perlu melakukan verifikasi data secara mendalam dengan otoritas terkait sebelum informasi tersebut dibuka ke ruang publik.

“Kita ingin mendengarkan secara khusus apa saja yang menjadi isu di dalam penyaluran kredit Himbara terkait dengan SAL itu,” kata Misbakhun dikutip dari Fenesia.com pada Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi ajang bagi Komisi XI untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengarkan laporan detail mengenai distribusi dana SAL.

Namun, ia memilih untuk tidak membeberkan secara spesifik sektor-sektor mana saja yang menjadi sasaran utama penyaluran dana tersebut.

Hasil diskusi mendalam ini nantinya akan diproyeksikan sebagai bahan masukan krusial dalam rapat lanjutan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Rapat lanjutan tersebut nantinya akan meninjau kondisi likuiditas perbankan secara makro agar tetap stabil di tengah tantangan ekonomi.

Misbakhun menegaskan bahwa agenda hari ini tidak mencakup pembahasan mengenai rencana penambahan dana SAL di sektor perbankan.

Sebelumnya, muncul wacana dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai rencana penambahan penempatan dana SAL pada bank-bank Himbara sebesar Rp100 triliun.

Jika rencana tersebut terealisasi, maka total dana SAL yang ditempatkan di perbankan negara akan mencapai angka Rp400 triliun.

Menurut keterangan dari pihak Himbara yang disampaikan kepada Komisi XI, penyaluran dana SAL sejauh ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Tidak ada masalah. Semuanya baik-baik saja. Yang pasti, dorongan dana SAL itu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, memberikan konfirmasi bahwa lembaganya berkomitmen penuh dalam menjalankan mandat pemerintah.

“Kami mengikuti apa yang diarahkan pemerintah,” kata dia.

Ia memastikan bahwa dana SAL yang dikelola Bank Mandiri akan dialokasikan secara produktif ke sektor riil serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menambahkan bahwa instansinya menjamin dana tersebut tidak akan digunakan untuk aktivitas yang bersifat spekulatif di pasar keuangan.

Sementara itu, jajaran direktur utama dari bank Himbara lainnya tampak enggan memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media perihal materi pembahasan rapat.