Ecozone

Menilik Prospek Saham SINI dan PTRO Usai Berduet di Kalimantan

6
×

Menilik Prospek Saham SINI dan PTRO Usai Berduet di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Papan penunjuk lokasi pertambangan batu bara di wilayah Kalimantan Tengah
PT Singaraja Putra Tbk dan PT Petrosea Tbk menjalin kemitraan strategis untuk menggarap proyek tambang batu bara di Kalimantan Tengah.

Jakarta – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk menggarap proyek tambang batu bara di Kalimantan Tengah guna mengoptimalkan target produksi dan tata kelola pertambangan pada Sabtu (25/7/2026).

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen SINI menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mendukung pencapaian target produksi yang optimal serta penerapan tata kelola pertambangan yang baik sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan seluruh entitas anak.

Kerja sama tersebut mencakup pekerjaan pengupasan lapisan penutup hingga penambangan batu bara di wilayah operasional PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Perjanjian jasa pertambangan ini berlaku selama masa umur tambang (life of mine) dengan estimasi total potensi pendapatan bagi SINI mencapai Rp 57,05 triliun.

Proyek di tambang milik PBC diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga US$ 2,6 miliar atau Rp 45,57 triliun dengan volume pengupasan lapisan penutup mencapai 189 juta bank cubic meter (BCM) dan produksi batu bara sebesar 42 juta ton.

Sementara itu, tambang milik CBP memiliki proyeksi volume pengupasan sekitar 40 juta BCM dengan target produksi 8 juta ton batu bara yang berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar US$ 656 juta atau Rp 11,48 triliun.

Selain kontrak jasa, PTRO memperkuat posisi kepemilikan saham di SINI menjadi 19,88% setelah menyelesaikan pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan nilai setoran modal sekitar Rp 1,19 triliun.

Dalam rangkaian aksi korporasi tersebut, PTRO juga mengalihkan 99,99% kepemilikan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI yang sekaligus memberikan akses atas Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menilai kerja sama ini akan mempercepat transformasi SINI menjadi perusahaan tambang batu bara yang terintegrasi secara penuh.

“Add PTRO dengan target harga 5.625, sementara SINI rekomendasinya adalah not rated,” kata Nafan.

Menurut Nafan, kolaborasi ini memberikan sedikitnya lima potensi sinergi, yakni percepatan pengembangan tambang, optimalisasi kontraktor internal, efisiensi biaya produksi, kemudahan pendanaan, serta peluang ekspansi aset di masa depan.

Senada dengan hal tersebut, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyatakan bahwa kontrak senilai puluhan triliun rupiah tersebut menjadi katalis positif dalam meningkatkan visibilitas pendapatan jangka panjang bagi kedua perusahaan.

Elandry merekomendasikan target harga untuk PTRO sebesar Rp 6.500 dan untuk SINI sebesar Rp 9.000 dengan proyeksi kinerja selama 12 bulan ke depan.

Meskipun memiliki prospek positif, Elandry mengingatkan investor untuk tetap mencermati pelaksanaan proyek, kebutuhan belanja modal, margin operasional, serta arus kas perusahaan agar besarnya nilai kontrak dapat terealisasi menjadi laba yang nyata bagi pemegang saham.

Sinergi antara entitas bisnis milik konglomerat Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro ini mempertegas tren konsolidasi di sektor pertambangan Indonesia melalui penggabungan kapabilitas kontraktor berskala besar dengan kepemilikan aset tambang yang luas.