Jakarta – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,18% secara tahunan menjadi Rp 1,43 triliun pada semester pertama tahun 2026, Jumat (24/7/2026).
Dilansir dari laporan keuangan resmi perusahaan, kenaikan profitabilitas ini didorong oleh ekspansi signifikan pada segmen perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi tulang punggung operasional perseroan.
Total pendapatan perseroan selama enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 30,84 triliun, meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 21,41 triliun.
Segmen perdagangan dan distribusi BBM menyumbang porsi terbesar dengan nilai Rp 28,02 triliun atau mencakup lebih dari 91% dari total pendapatan keseluruhan AKRA.
Diversifikasi bisnis juga menjadi kunci pertumbuhan, di mana pendapatan dari penjualan lahan kawasan industri melonjak tajam menjadi Rp 1,28 triliun dari semula Rp 537,2 miliar.
Sektor listrik dan utilitas turut memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 426,5 miliar, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 311,3 miliar.
Bisnis jasa logistik yang mencakup operasional pelabuhan, transportasi, dan penyimpanan berhasil menjaga stabilitas arus kas dengan mencatatkan pendapatan Rp 713,5 miliar.
Manajemen AKRA menerapkan mekanisme pass-through untuk memitigasi volatilitas harga minyak mentah global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Strategi tersebut memastikan margin keuntungan perseroan tetap terjaga meskipun terjadi fluktuasi harga energi di pasar internasional sepanjang tahun berjalan.
Sejalan dengan kinerja keuangan yang solid, perusahaan milik keluarga Adikoesoemo ini mengumumkan rencana pembagian dividen interim dengan total nilai mencapai Rp 1 triliun.
Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 50 per lembar saham sesuai dengan ketetapan yang telah diputuskan oleh direksi.
Jadwal pembagian dividen interim ditetapkan dengan tanggal cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 31 Juli 2026.
Proses pembayaran dividen kepada para investor dijadwalkan akan dilakukan secara serentak pada tanggal 14 Agustus 2026.
Konsistensi pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga nilai investasi bagi para pemegang saham sejak tahun buku 2024.
Respons pasar terhadap kinerja keuangan tersebut terlihat pada pergerakan harga saham AKRA yang menguat 1,77% ke level Rp 1.435 per saham.
Saham AKRA mencatatkan volume perdagangan sebanyak 12,81 juta lot dengan total nilai transaksi mencapai Rp 18,35 miliar di tengah pelemahan indeks sektoral energi.
Posisi keuangan yang kuat dan diversifikasi segmen usaha memberikan optimisme bagi keberlanjutan performa perusahaan di sisa tahun 2026.






