Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 1,75% atau 110,68 poin ke level 6.234 pada sesi perdagangan Jumat (24/7/2026) akibat tekanan jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sentimen negatif global yang menekan minat risiko investor.
Dilansir dari MSN, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyatakan bahwa kinerja pasar modal dalam negeri saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal berupa kenaikan harga minyak dunia serta faktor internal terkait ketidakpastian domestik.
“Hal ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see,” kata Elandry.
Data dari Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 24,6 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,45 ribu kali.
Kapitalisasi pasar keseluruhan di bursa domestik saat ini tercatat berada di posisi Rp 10.893 triliun dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp 10,51 triliun.
Seluruh sektor industri di bursa terpantau bergerak di zona merah, dengan sektor industri dasar mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 3,12%.
Tekanan jual juga melanda saham-saham milik konglomerat, di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 4,47% ke Rp 1.710 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 5,99% ke Rp 2.040.
Emiten lainnya seperti PT Timah Tbk (TINS) tercatat melemah 6,23% ke level Rp 3.460, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 5,49% ke Rp 3.440.
Indeks unggulan LQ45 ikut tertekan sebesar 1,66% seiring dengan penurunan harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 3,42% ke Rp 4.230.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 6,01% ke level 172, diikuti oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 5,08% ke Rp 448.
Berdasarkan nilai transaksi, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin dengan nilai perdagangan sebesar Rp 859,74 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 834,87 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 744,29 miliar.
Sentimen negatif turut menjalar ke bursa regional, di mana indeks Nikkei Jepang anjlok 3,01% ke level 64.426, Shanghai Composite turun 1,2% ke 3.830,19, dan Hang Seng terkoreksi 1,27% ke 24.891.
Di tengah tren pelemahan, beberapa saham masih mencatatkan penguatan seperti PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang naik 1,97% ke Rp 1.820, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 1,77% ke Rp 1.435, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 1,23% ke Rp 6.175.
Sementara itu, daftar saham dengan penurunan harga terbesar mencakup PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 8,77% ke Rp 5.200, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 7,28% ke Rp 700, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 6,8% ke Rp 685.






