Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual signifikan dengan anjlok 1,88% atau 118,88 poin ke level 6.196 pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026).
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pelemahan pasar modal domestik ini dipicu oleh sentimen negatif yang merata di seluruh sektor industri.
Sebanyak 587 perusahaan tercatat mengalami penurunan harga saham, sementara hanya 104 perusahaan yang berhasil mencatatkan penguatan dan 105 perusahaan lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 37,62 miliar saham dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,24 juta kali.
Total nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 17,61 triliun, dengan kapitalisasi pasar secara keseluruhan mencapai Rp 10.894 triliun.
Seluruh sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah tanpa terkecuali.
Sektor industri dasar mencatatkan penurunan paling dalam secara sektoral, yakni sebesar 3,02%.
Tekanan jual juga melanda saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, khususnya di sektor perbankan.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok 5,71% ke Rp 4.130, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merosot 2,22% ke Rp 3.520, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 1% menjadi Rp 2.960.
Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat stagnan di level 6.275.
Perusahaan lain yang mengalami tekanan berat meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 4,10% ke Rp 585, serta PT Amman Mineral Tbk (AMMN) yang melemah 4,27% ke Rp 4.040.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Timah Tbk (TINS) keduanya mencatatkan penurunan tajam sebesar 7,05% masing-masing ke level Rp 1.055 dan Rp 3.430.
Berdasarkan nilai transaksi, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 1,68 triliun.
Posisi tersebut diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi Rp 1,23 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 1,18 triliun.
Koreksi pasar di Indonesia searah dengan tren negatif di bursa saham kawasan Asia yang juga mengalami pelemahan serentak.
Indeks bursa Nikkei Jepang anjlok 2,79% ke level 64.572, Shanghai Composite turun 1,61% ke level 3.814,2, dan Hang Seng terkoreksi 0,98% ke level 24.963,23.
Daftar top gainer hari ini dipimpin oleh PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang naik 9,93% ke level 7.475.
Saham PT Ekamas Mora Republika Tbk (MORA) menyusul dengan kenaikan 3,94% ke level 6.600, serta PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menguat 2,48% ke level 1.445.
Sementara itu, daftar top loser didominasi oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 7,28% ke level 700.
Posisi top loser selanjutnya diisi oleh PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Timah Tbk (TINS) yang keduanya melemah 7,05%.






