FENESIA – Feeners sudah tau belum cara pengelolaan limbah kertas degan baik selain dibakar dan dibuang? Semakin berkembangnya zaman, pengelolaan limbah kertas sudah bervariasi. Salah satunya dengan didaur ulang lagi menjadi kertas baru. Ini yang dilakukan oleh Maoelang Rycycle Paper
Daur ulang kertas sudah banyak di produksi di pulau Jawa. Namun siapa sangka pengelolaan kertas daur ulang sudah ada di Kota Padang. Muhacha Gobenvy atau biasa dipanggil dengan Acha merupakan pencetus awal kertas daur ulang sekaligus owner dari Maoelang Rycycle Paper yang ada di Kota Padang.
Awal Terbentuknya Maoelang Rycycle Paper
Maoelang Rycycle Paper berdiri pada akhir tahun 2020. Awalnya owner melihat di pulau Jawa sudah banyak yang memanfaatkan Kertas dengan cara di daur ulang. Bahkan owner melihat peluang usaha dalam mengelola limbah kertas ini.
Kertas yang sudah tidak terpakai di daur ulang lagi menjadi kertas yang aesthetic. Kertas yang sudah di daur ulang bisa digunakan untuk membuat kaligrafi, sketsa lukisan, catatan, dan lain-lain.
Usaha yang dirintis dari awal ini hanya dilakukan seorang diri oleh owner. Baik dalam merancang, produksi, hingga promosi ke sosial media sehingga dapat menarik minat pembeli. Owner sudah mengikuti berbagai event yang diselenggarakan kampus di Kota Padang. Bahkan owner juga membuka donasi kertas bekas untuk di daur ulang.
Produk yang Dibuat Oleh Maoelang Rycycle Paper
Dalam usaha ini owner sudah mencetuskan berbagai produk yang berkaitan dengan kertas daur ulang. Contoh dari hasil karya Acha seperti buku diary, amplop, pembatas buku, dan sebagainya.
Harga yang dibandrol untuk setiap kertas dan ukuran berbeda-beda, mulai dari harga Rp. 6.500,00 hingga ratusan ribu.
Perlu sama-sama kita ketahui bahwa untuk mengolah daur ulang ini sangat simple dan tidak rumit. Feeners hanya mengandalkan panas terik cahaya matahari agar kertas yang sudah dicetak cepat mrngering. Untuk itu, marilah kita manfaatkan barang bekas di sekitar agar ramah lingkungan.
Fathya Fifah Runnisa







