Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan sesi kedua, Selasa (23/6). Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, indeks komposit gagal mempertahankan momentum penguatan dan harus berakhir di zona merah.
IHSG ditutup melemah sebesar 15,36 poin atau terkoreksi 0,25 persen ke posisi 6.101,333. Tekanan serupa juga dialami oleh indeks LQ45 yang mencatatkan koreksi sebesar 0,13 persen, sehingga harus parkir di level 598,429.
Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan total nilai transaksi yang cukup signifikan, yakni menembus angka Rp 32,44 triliun. Adapun volume perdagangan saham di pasar mencapai 40,86 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,78 juta kali transaksi.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam dan masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memimpin dengan kenaikan 30 poin atau 33,71 persen ke level 119. Disusul oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) yang naik 295 poin atau 25,00 persen ke posisi 1.475, serta PT Pratama Widya Tbk (PTPW) yang menguat 240 poin atau 24,74 persen ke level 1.210.
Daftar saham dengan kenaikan signifikan lainnya diisi oleh PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) yang naik 15,56 persen ke 312, serta PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) yang menguat 13,11 persen ke level 69.
Sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah saham yang menduduki posisi top losers. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memimpin pelemahan dengan turun 950 poin atau 14,84 persen ke 5.450. Selanjutnya, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) turun 14,81 persen ke 92, dan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) melemah 14,06 persen ke level 2.200.
Saham lain yang mengalami koreksi dalam adalah PT Mega Perintis Tbk (ZONE) sebesar 13,24 persen ke 590, serta PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) yang turun 10,00 persen ke posisi 72.
Berdasarkan nilai transaksi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi yang paling aktif dengan nilai Rp 1,84 triliun. Diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 996,44 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 944,35 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 885,91 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 785,37 miliar.
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan volume tertinggi sebanyak 24,94 juta lembar. Diikuti berturut-turut oleh DSSA, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan TPIA.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menunjukkan pelemahan. Rupiah ditutup pada level Rp 17.840, terdepresiasi sebesar 26 poin atau 0,15 persen dibandingkan harga pembukaan pagi tadi yang berada di posisi Rp 17.814.
Sentimen negatif juga membayangi bursa saham di kawasan Asia yang terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Data Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan indeks Nikkei 225 di Jepang turun 3,54 persen ke 69.788,38. Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 1,82 persen ke 23.336,28, serta indeks SSE Composite di China melemah 1,37 persen ke 4.106,25. Sebaliknya, indeks Straits Times di Singapura justru mampu menguat tipis 0,08 persen ke level 5.207,97.







